Selasa, 08 Februari 2011

Everlasting 1/2


Tittle : Everlasting
Pairing : KyuHae
Genre : Friendship
Summary : Ketika kyuhyun menemukan laki-laki manis di sebuah taman pada malam hari. ia hanya berfikir untuk membawa nya dan menjadikannya teman baik.



Kyuhyun  tersentak. Sial, mereka bertengkar lagi. Suara seorang wanita yang memaki-maki dengan kata-kata kotor dan begitu menjijikan terdengar di telinga kyuhyun, di tambah lagi balasan seorang laki-laki yang tidak kalah kotor dan menakutkannya. Tentu, mereka adalah ayah dan ibu kyuhyun.
Kyuhyun selalu terperangkap dalam keadaan seperti ini. Ia benar-benar tidak ingin mendengar pertengkaran di antara kedua orangtuanya. Mungkin tidak masalah jika hanya sekali atau dua kali, tapi ini tampak seperti setiap hari dan membuat gendang telinga kyuhyun rasanya ingin pecah. Dan dengan keterbiasaan itu, kyuhyun hanya mencoba diam. Dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Tetapi siapa yang akan tahan dengan keadaan seperti itu. Seorang anak rajin seperti kyuhyun yang memiliki kegeniusan berusaha belajar di tengah-tengah perang atar ayah dan ibunya. Bisakah ia berkonsentrasi atas buku pelajaran yang dipegangnya. Tentu mustahil ! kyuhyun merasa sungguh terganggu, dengan secepat kilat ia menggebrak meja belajar nya dan berdiri melangkah mengambil jaket dan keluar kamar melalui jendela.
Kyuhyun kini berjalan di tengah malam dengan udara dingin yang menghembus di sekujur tubuhnya. Ia tidak berniat untuk melangkah ke suatu tempat, ia hanya ingin menghindari situasi buruk di rumahnya. Dengan langkah lambat akhirnya kyuhyun sampai di sebuah taman. Sepi ... dan hening. Kyuhyun tersenyum kecut berfikir ia bisa menenangkan dirinya sejenak di sini. Ketika ia duduk di salah satu bangku yang tersedia di taman, ia mendongak menatap langit yang dipenuhi berjuta bintang. Meskipun ia tersenyum, tapi hatinya tetap saja kosong. Lalu perlahan ia memejamkan matanya dan mencoba beristirahat. Sebuah tepukan di bahu kyuhyun membawa dirinya terkejut dan bangun, mengusap-usap matanya sejenak.
Bingkai tegap seorang anak muda, mungkin sedikit lebih tua dari kyuhyun, berdiri membungkuk di kyuhyun, kyuhyun dapat melihat ekspresi prihatin di wajahnya. Di tangannya anak muda itu membawa sebuah koper besar, dan tergantung di bahunya adalah ransel. Namun wajahnya aneh bertentangan dengan tubuhnya atau usianya - tak berdosa, kekanak-kanakan dan entah bagaimana ... polos.
"Maaf, aku tidak mengenalmu." Ucap kyuhyun bingung. Dia hanya tersenyum, entah bagaimana kyuhyun bisa menggambarkan senyum itu (begitu manis)

"Tidak apa-apa." Khawatir muncul kembali di wajahnya.
 "Apakah kau ... baik-baik saja? Tidak apa-apa itu adalah pertanyaan bodoh. Jelas kau tidak baik-baik saja. Tentu saja kau tidak perlu memberitahuku atau menjelaskan padaku. Aku tidak bermaksud untuk ...” anak muda itu belum selesai bicara, ketika kyuhyun memotongnya.

"Hanya beberapa insiden buruk di rumah, tidak perlu khawatir. Orang tua ku sedikit membosankan kadang-kadang" kyuhyun mengangguk dengan ucapannya sendiri

"Ah, aku mengerti." Kata pemuda itu ikut mengangguk
"Boleh aku duduk?" tanya pemuda itu lagi

"Tentu." Kyuhyun jawab dengan singkat

“ aku pikir aku harus memperkenalkan diri, namaku Lee Dong Hae” ucap donghae memperkenalkan dirinya.
“ aku kyuhyun ... Cho Kyu Hyun (tersenyum), lalu apa alasanmu berada disini tengah malam dengan barang-barang yang kau bawa. Apa kau mencoba kabur dari rumah ? atau melarikan diri ?” kyuhyun bertanya sungguh ingin tau
"Aah ... aku ... uh, aku tinggal di Mokpo. aku datang ke sini karena aku seorang mahasiswa pindahan di Universitas Seoul, dan aku, aku pikir aku tersesat " donghae tampak malu untuk jujur. Sebagian dari pikiran kyuhyun sekilas menyeringai saat melihat itu *menggemaskan*, namun sebagian besar menatapnya tak percaya.
“tunggu ... itu berarti kau tidak memiliki tempat tinggal, atau kau akan tinggal di sebuah hotel ? apa yang akan kau lakukan malam ini ?” tanya kyuhyun lagi
“ aku .. punya pikiran bahwa taman ini bagus juga, dan tidak banyak orang ketika malam hari, jadi aku berfikir aku bisa ...” lagi-lagi kyuhyun memotong kata-kata donghae
“ bisa tidur di sini .. di taman ini !” kyuhyun mencoba menebak. Donghae hanya tersenyum malu-malu, mengingat betapa bodohnya dia bicara seperti itu.
“ bukankah kau beruntung datang kesini ?” tanya kyuhyun. Kyuhyun tersenyum ketika donghae mendongak padanya, berfikir dengan keras maksud dari perkataan kyuhyun.
“ sehingga kau bisa bertemu denganku. Kau bisa menginap dirumah ku, sehingga besok kita bisa pergi ke universitas bersama-sama” kyuhyun menambahkan
“ tapi aku tidak bisa menganggu ! dan kau saat ini punya masalah dengan orangtuamu. Jelas, bukan waktu yang tepat. Sungguh tidak apa-apa. Aku akan menemukan sebuah hotel, aku benar-benar tidak ingin merepotkanmu kyuhyun”
“ aku bisa mengajak siapa saja untuk menginap di rumah ku siapapun yang aku inginkan, karena kau akan tidur dikamarku, bukan dikamar orangtua ku. Aku tidak perduli bagaimana dengan orangtua ku, kau perlu tempat tinggal ... dan lagi, jika kau menyadarinya tidak benar-benar ada hotel disini” kyuhyun bersikeras atas dirinya sendiri, ia bahkan tidak tau kenapa ia memaksa. Bahkan benar-benar tidak percaya, ia mengundang orang asing untuk menginap di rumahnya.
Donghae terlihat seperti ia akan mulai protes lagi, jadi kyuhyun hanya meraih pergelangan tangannya dan menyeretnya. Kyuhyun adalah pandai mendapatkan apa yang dia inginkan. Di sepanjang perjalanan, donghae memperkenalkan dirinya lebih detail ... ia mengatakan bahwa ia berada di tingkat semester kelima dan mengambil jurusan tari, donghae juga mengatakan bahwa satu-satunya hewan yang disukainya adalah ikan, dan juga ... ia bicara dengan serius bahwa ia mempercayai keberadaan alien.
Ketika mereka sampai didepan pintu rumah kyuhyun. Donghae hanya menatap sekeliling seperti anak kecil yang terjebak bermain ke dalam sebuah istana. Rumah terlihat luas dan besar. Donghae hanya mampu menelan gumpalan di tenggorokannya sambil menatap kyuhyun dengan perasaan takjub. Ia seperti ingin berkata ‘apakah kau seorang pangeran disini ?’ tapi donghae hanya menutup mulutnya diam. Kyuhyun tertawa dan meraih tangan donghae untuk masuk.
Sial ... kyuhyun berteriak dalam hati, melihat kedua orangtuanya masih dalam pertengkaran. Tanpa perduli itu, kyuhyun menarik tangan donghae dengan kuat menuju lantai atas. Tepatnya adalah dimana mereka sekarang. Kamar kyuhyun. Ketika mereka sampai dikamar kyuhyun, kyuhyun langsung mengkunci pintu kamarnya dan duduk ditempat tidurnya. Donghae hanya memandangnya sedih masih berdiri ditempatnya, dengan koper masih ditangannya.
“ maaf donghae, kau harus melihat situasi seperti itu” kyuhyun bicara berusaha setenang mungkin
“ tidak apa-apa. Aku tidak masalah” jawab donghae
Suara teriakan kedua orangtua kyuhyun terdengar lagi. Sungguh, kyuhyun benar-benar ingin menangis. Kyuhyun kemudian spontan menidurkan dirinya ditempat tidurnya dan menutupi telinganya dengan bantal, membungkus tubuhnya dengan selimut. Ia lupa bahwa ia baru saja membawa orang asing kedalam kamarnya. Ketika ia mengingat itu, kyuhyun hanya bicara tanpa bangun dari tidurnya.
“ maaf donghae, kau harus melihat semua ini” kyuhyun merasa tidak enak
“ tidak apa-apa kyuhyun. Istirahatlah, kau butuh untuk itu” kata donghae. Masih berdiri ditempatnya. Mendengar kesunyian di kamar kyuhyun, dan meyakinkan bahwa pemilik kamar sudah tidur, ia melepas koper dan ranselnya ke lantai, mencoba untuk beristirahat dan merebahkan tubuhnya di lantai yang dingin, cukup membuat donghae sedikit mendesis kedinginan karena AC. Tapi ia mencoba menahannya dan tertidur di lantai.
__________
Kyuhyun terbangun dari tidurnya lebih dulu dari biasanya. Ia turun dari kasur dan hampir terjatuh karena sesuatu menghalangi jalannya. Kyuhyun kaget, melihat donghae tertidur di lantai meringkuk tampak seperti kedinginan. Kemudian kyuhyun berjongkok menatap donghae dengan perasaan kosong.
“ kenapa ? aku bisa membawamu kemari ? bahkan tidak satu teman dekatku ku izinkan melangkah masuk ke area rumahku .... tapi kau, hanya anak laki-laki yang baru aku temui semalam, sudah berada di kamarku. Bahkan bukan kau yang meminta dan memohon, tapi aku ingat, aku yang memaksamu ... kenapa ? kenapa lee dong hae ?” kyuhyun bicara hampir seperti bisikan.
Donghae menggeliat bangun dari tidurnya. Melihat itu kyuhyun spontan langsung berdiri. Mata mereka bertemu, donghae kaget dan bangun dari tidurnya. Mengucek-ucek matanya dengan perlahan.
“ kyuhyun sudah bangun ?” tanya donghae. Kyuhyun hanya mengangguk
“ apa aku membangunkanmu ?” tanya donghae lagi. Kyuhyun menggeleng
“ aku akan mandi lebih dulu, setelah itu kau. Lalu setelah siap aku akan mengantarkan mu ke kampus” ucap kyuhyun berjalan kekamar mandi. Donghae mengangguk seperti anak kecil.
Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu. Donghae menunggunya dengan duduk bersila masih tetap dilantai. Diam, menatap pintu kamar mandi. Tidak melakukan apa-apa, tidak menyentuh barang apapun dikamar kyuhyun. Hanya diam seperti anak kecil menonton film kesukaannya dengan tenang. Beberapa menit kemudian kyuhyun keluar dari kamar mandi, ia hanya menggunakan celana pendeknya da bertelanjang dada. Cukup terkejut ketika ia melihat donghae memperhatikannya, dengan secepat kilat ia menutupi tubuhnya dengan handuk.
“ giliranmu ...” kata kyuhyun gugup
Donghae berdiri dari duduknya menuju kamar mandi, tapi ia berhenti ketika melihat kyuhyun dengan pandangan khawatir. Matanya fokus pada gambaran mengerikan di tubuh kyuhyun. Kyuhyun melihat itu dan mengikuti jejak mata donghae.
“ tidak apa-apa, aku hanya pernah terjatuh” kata kyuhyun mengklaim. Donghae berjalan menghampiri kyuhyun dan mendekat. Kyuhyun terkejut dengan hal itu. Laki-laki polos dengan senyum manis itu kini benar-benar dekat dengannya, bahkan kyuhyun bisa merasakan nafas donghae dengan jelas.
“ bukan ... ini bukan karena jatuh” kata donghae menatap mata kyuhyun khawatir
“ tidak, ini benar-benar karena jatuh”
“ apa yang orangtuamu lakukan padamu ? apa mereka memukulmu ?” donghae bersikeras
“ tidak setidaknya mereka tidak sengaja melakukan itu. Mereka hanya bertengkar, lalu memecahkan sebuah vas dan pecahan itu mengenai tubuhku” kyuhyun jujur, ia lagi-lagi tidak mengerti kenapa ia katakan kebenarannya pada donghae.
“ pasti sakit rasanya” donghae masih fokus pada luka di tubuh kyuhyun. Kyuhyun langsung memakai kemejanya membuat donghae lupa dan tidak meneruskan pembicaraan. Tapi sayang, donghae masih ingin membahas itu.
“ ya .. itu sakit, tapi sekarang sudah baik-baik saja” kyuhyun mencoba menenangkan donghae
“ pasti perih ? pasti terasa ngilu ? pasti sakit ?” donghae mengulang-ulang kata-kata itu dari mulutnya. Kyuhyun tidak mengerti kenapa donghae jadi seperti itu.
“ donghae, maaf jika aku mengingatkanmu mungkin dengan kejadian buruk” kyuhyun minta maaf. Donghae menggeleng, lalu berlari ke kamar mandi. Kyuhyun tau, donghae merahasiakan sesuatu padanya. Dan mungkin ia juga punya hidup menyakitkan seperti dirinya. Mungkin itulah mengapa donghae begitu khawatir dan akrab untuknya.
__________
Donghae mengikuti langkah kyuhyun membawanya pergi. Benar-benar asing berada di seoul. Ia hanya melihat-lihat ke sekeliling dan membuat kyuhyun tersenyum melihatnya. Donghae kemudian menggarukan kepalanya benar-benar tidak mengerti bagaimana jika saat itu ia tidak bertemu dengan laki-laki di sampingnya. Lalu ia melirik ke kyuhyun dan tersenyum.
“ apa sudah mau sampai ?” tanya donghae agak sedikit mendongak karena kyuhyun memiliki tubuh lebih tinggi darinya
“ sebentar lagi” jawab kyuhyun singkat
“ bagaimana kau bisa tau ... apa kau pernah kesana sebelumnya ?” tanya donghae lagi seperti kebingungan
“ tentu saja, aku sudah lama tinggal di sini. Bukan aku ingin meninggikan diriku, tapi aku cukup jenius dan bisa dengan mudah mengingat sesuatu. Jika kau tanya bagaimana kau tau kampus mu ... karena aku tau banyak universitas di sini” kata kyuhyun. Donghae mengangguk tidak benar-benar perduli dengan ucapan kyuhyun.
Ada keheningan sejenak di antara mereka. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Donghae hanya merasa sedikit takut untuk tinggal jauh dari kedua orang tuanya di mokpo, juga ia adalah orang yang cukup sulit bergaul. Sedangkan kyuhyun, pikirannya fokus tentang bagaimana ia akan melewati hari-hari setelah ini ... setelah ia akan berpisah dengan laki-laki bernama lee dong hae.
“ gomawo kyuhyun ah ...” ucap donghae tiba-tiba, kyuhyun memandang donghae menunggu untuk donghae meneruskan kata-katanya
“ aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau tidak menolongku. Mungkin aku akan tersesat atau mungkin aku akan ...”
“ tidak apa-apa donghae. Aku yang harus berterima kasih denganmu. Aku merasa begitu sangat senang bisa bertemu denganmu. Sungguh” ucap kyuhyun tulus
“ jadi, setelah aku kembali dari kampus. Aku akan segera mengambil koperku dan mencari tempat tinggal” kata donghae “ sekali lagi, aku minta maaf telah merepotkanmu” donghae berhenti dan membungkuk sebentar, lalu ia bangun dan tersenyum.
“ donghae ... HYUNG ..” panggil kyuhyun canggung dengan menambahkan Hyung dibelakang
“ aku ... hyung,,, aku suka kau memanggilku hyung. Itu terlihat aku dihormati. Terima kasih” kata donghae mengacak-acak rambut kyuhyun.
Beberapa menit kemudian mereka sampai didepan gedung universitas. Ada sedikit rasa kecewa di wajah kyuhyun ketika mereka secepat itu sampai. Donghae meloncat-loncat kedinginan sambil membenamkan tangannya di jaket yang dikenakannya, lalu berbicara sedikit kepada kyuhyun, namun kyuhyun tidak bisa mendengarnya sehingga ia tidak menjawab apapun.
“ iya kan kyuhyun ???” tanya donghae. Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya tidak mengerti
“ apa yang iya hyung ?” tanya kyuhyun balik
“ dingin, udara begitu dingin” kata donghae, kyuhyun hanya mengangguk dan bergumam OH ..
Tidak tau apa yang terbesit didalam otak kyuhyun, tidak mengerti apa yang telah ia lakukan, tidak mengerti kenapa dia melakukan itu. Tapi saat ini kyuhyun hanya memeluk donghae erat, begitu takut kehilangan teman barunya. Seorang pemuda yang ia temui ditaman, seorang pemuda yang ia paksa untuk menginap. Seorang pemuda yang bisa membuatnya tenang. Lee dong hae, jika ia boleh meminta satu permintaan pada tuhan .. ia ingin untuk bisa menjadi sahabat donghae.
“ kyuhyun, apa kau kedinginan ?” tanya donghae bingung melihat kyuhyun tiba-tiba memeluknya
“ iya hyung, kedinginan” jawab kyuhyun singkat. Ia tau ia ingin menangis, tapi itu tidak diizinkan keluar oleh sang pemilik air mata. Ia mencoba berusaha setenang mungkin agar donghae tidak mengetahuinya. Tapi sebenarnya donghae merasakannya.
“ kau dingin ... karena kau kesepian” kata donghae sambil menepuk-nepuk punggung kyuhyun. Kyuhyun terkejut mendengar ucapan donghae.
“ jika kau ingin ... aku akan tinggal di dekatmu” donghae ragu-ragu. Kyuhyun melepaskan pelukannya
“ sungguh ? apa itu baik-baik saja” tanya kyuhyun
“ jika kau ingin aku tidak masalah”
“ tapi apa aku tidak akan menganggu?” tanya kyuhyun
“ mengganggu ?” tanya donghae balik
“ orang tuaku,,, seperti malam dimana kau tidur di kamarku” kata kyuhyun
“ tidak apa-apa kyu, aku bisa melihat dari matamu .. kau butuh teman (donghae menganggaruk-garuk kepalanya) terlebih lagi, sebenarnya aku agak takut sendirian. Aku benci sendirian ...” donghae gugup. Kyuhyun tersenyum
“ hyung, aku akan menjadi teman sekamar yang paling baik !!” kyuhyun tersenyum. Donghae mengangguk 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar