Minggu, 30 Januari 2011

Roomate (sekuel) 2

Tittle : Roomate (sekuel) 2
Pairing : donghae/kyuhyun, sungmin/shindong
Rating : PG
Summary : Ini hanya untuk mengingatkan....
Ketika sungmin kehilangan song hye gyo, kekasih nya karena sebuah kecelakaan yang ternyata di lakukan oleh laki-laki bernama cho kyu hyun yang telah menjadi rommate nya pada beberapa waktu lalu setelah meninggal nya hye gyo. Kyuhyun adalah laki-laki manis dan penuh perhatian. Terutama kepada sungmin. Dan ternyata hal itu memiliki maksud tersendiri, yang menyebabkan sungmin terperangkap dan hampir mati karena racun yang diberikan kyuhyun untuk sungmin. Itu untuk balas dendam.





Donghae melihat sebuah gedung apartemen di depannya dengan kekaguman. ia berjalan perlahan ke apartemen berlantai 50 dan mencoba untuk masuk. perlahan-lahan sambil berjalan donghae tersenyum bahagia, dia tidak pernah tinggal di apartemen yang mewah seperti ini. tapi beberapa detik kemudian senyumnya menghilang dari wajah manisnya, ia ingat ... ia di sini untuk membuat rencana. lebih tepatnya, balas dendam.

ketika ia tiba di lantai 30. Donghae mencari tempat di mana Sungmin memberitau padanya. dan yessss .... ia menemukannya. ruang 203. Donghae cepat mengambil kunci dan membuka pintu, tapi beberapa saat kemudian ia melirik pintu kamar No 202 di samping kamarnya. Dia ingat sungmin mengatakan bahwa sasarannya tinggal di samping kamarnya.
Donghae melangkah dekat ke pintu kamar 202, mengintip di ambang pintu seperti seorang pencuri yang memantau situasi. tapi ia terkejut ketika tiba-tiba pintu terbuka. Donghae melihat kaki panjang di hadapannya. Donghae mendongak perlahan-lahan. sepasang mata tajam menatapnya dengan curiga. Donghae tersenyum dan melangkah mundur dua langkah.

"Halo ... Nama saya LEE Dong Hae, senang bertemu dengan Anda" Donghae hati-hati
"Mengapa kau berada di depan pintu kamarku ????" tanya pria jangkung di depannya.
"Aku bukan pencuri. Lee dong hae nama ku, aku hanya pindah ke sini. aku hanya bermaksud untuk menyapa tetangga ku" Donghae panik
"Tapi tindakan mu salah, kau dapat dituduh sebagai seorang pencuri jika kau melakukan hal seperti itu."orang itu masuk ke kamar dan menutup pintu. Hal ini tampak seperti membanting pintu keras, sehingga membuat Donghae terkejut. Lalu ia kembali ke kamarnya.
Donghae tertegun sejenak ketika dia memasuki kamarnya. dia hanya berjalan masuk untuk berpikir tentang semua ini. Sungmin rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli ruangan  besar ini hanya untuk balas dendam. untuk Donghae, uang lebih baik di simpan dan ditabung untuk tujuan penting. tapi dia ingat, Sungmin tidak seperti dia.
"Apa yang bisa aku bantu untuk sungmin hyung? Ini konyol, tetapi aku harus membantu sungmin hyung. Aku ingin dia sembuh jadi aku harus membantu dia" donghae berpikir tentang kesehatan Sungmin
"Anyway ... hanya mencoba untuk membuatnya berteman dan kemudian mendekati dia dan membuatnya bergantung padaku, ketika ia mulai bergantung padaku ... aku harus meninggalkan dia dan membuatnya terluka .... aku pikir itu tidak sulit "Donghae tersenyum sendiri
"Cho Kyu Hyun, kau akan masuk perangkapku sebentar lagi." Donghae tertawa, seolah-olah ia adalah raja. tapi tiba-tiba tawanya hilang ketika ia menyadari sesuatu.
“ ya tuhan .. apa-apaan ini !!!” teriak donghae
"Aku tidak bisa melakukan ini dengan laki-laki!" Donghae menggeleng keras. benar-benar terkejut dengan apa yang harus ia lakukan, dan dia baru menyadari satu hal penting. Kyuhyun adalah laki-laki. bukan wanita ~!
"Tidak .... aku mau pulang"
__________

Donghae bertolak pinggang di hadapan sungmin dan shindong. Mata nya menyipit menatap orang di hadapan nya. Bibir nya hanya cemberut seperti anak kecil yang marah karena tidak dibelikan mainan. Donghae menggebrak meja di hadapan nya.
“ aku fikir ini tidak lucu !!!” donghae bicara serius
“ kau kenapa ?” tanya shindong
“ hyung, cho kyuhyun itu laki-laki. Kau harus nya sadar. Aku ini normal, jadi tidak mungkin aku harus melakukan itu pada nya. Apa itu ... cinta. Itu menjijikan !”
“ donghae, jadi kau tidak mau membantuku ? kau tidak sayang pada ku” kata sungmin pura-pura sedih
“ hyung, aku akan membantumu apapun yang aku bisa, tapi untuk hal ini. Aku fikir ini konyol”
“ berapa kali harus kami ingatkan kepadamu. Ini hanya pura-pura” shindong angkat bicara
“ baiklah ..baiklah ..baiklah ..., tapi kyuhyun itu .... menakutkan” kata donghae ngeri
“ MENAKUTKAN ????” tanya sungmin dan shindong
“ dia terlihat begitu angkuh dan sombong. Bagaimana cara ku untuk mendekati dia ?” donghae berfikir
“ kau tidak perlu melakukan apa-apa. Jadilah dirimu sendiri, dan aku yakin ... kyuhyun yang akan menoleh pada mu nanti” shindong menepuk pundak donghae
“ bagaimana jika tidak berhasil ?” tanya donghae
“ pasti akan berhasil” sungmin meyakinkah
“ tapi aku tetap tidak mau .... aku tidak mau jika aku harus berpura-pura mencintai dia. Dia laki-laki hyung” donghae menggeleng dengan keras
“ baiklah .. kita ganti. Tidak perlu membuatnya jatuh cinta padamu. Aku lupa kalau saat itu dia hanya berpura-pura sebagai seorang gay hanya untuk balas dendam pada sungmin” kata shindong
“ lalu ?” tanya sungmin
“ hanya buat dia bersahabat denganmu, buat dia bergantung pada adanya dirimu. Seperti seakan, hidupnya benar-benar bergantung padamu” kata shimdong
“ aku setuju !!!” kata sungmin.
“ tapi apa itu akan berhasil, kenapa aku merasa aku tidak yakin ya ..” donghae berfikir
“ tidak. Aku yakin berhasil” kata sungmin menepuk-nepuk pundak donghae. Donghae mengangguk. Jika bukan karena sungmin, ia bersumpah tidak mau melakukan ini. Bodoh. begitu mudah untuk membodohi donghae sehingga kini shindong dan sungmin hanya tersenyum diam-diam.
__________

Donghae berdiri di depan pintu masuk kamar kyuhyun. Menunggu pemilik kamar keluar. Namun hingga lebih dari tiga jam donghae menunggu, kyuhyun tidak juga keluar. Karena merasa lelah donghae pun tertidur begitu saja.
Kyuhyun merasa terlalu pusing untuk hari ini. Begitu banyak masalah timbul di pikiran nya. Tidak keluarga nya, teman-teman nya, juga diri nya sendiri. Ia sungguh ingin bebas dari tekanan ini. Kyuhyun berjalan lelah menuju kamar nya, ia ingin beristihat untuk mengistirahatkan tubuh nya. Namun mata nya membelalak melihat seseorang tertidur di depan pintu kamar nya. Kyuhyun mendekat untuk melihat, lagi-lagi ia terkejut.
“ ini adalah orang yang kemarin” ucap kyuhyun pada diri nya sendiri
Kyuhyun mengguncang-guncangkan bahu donghae dengan kuat sehingga akhirnya donghae terbangun, mata nya langsung melihat ke arah kyuhyun. Donghae terkejut, dan mundur. Namun karena kecerobohan nya kepala nya terjedot tembok dan ia meringis kesakitan. Kyuhyun tidak perduli dengan apapun.
“ minggir .. apa yang sedang kau lakukan di sini ?” tanya kyuhyun dengan pandangan emosi. Donghae berdiri masih meringis kesakitan, lalu ia memberikan sebuah bingkisan. Kyuhyun tidak mengambil nya.
“ ambilah ... ini dari ku” pinta donghae
“ kenapa memberikan ini pada ku ? ada sesuatu kah ....?” tanya kyuhyun curiga
“ aku tidak punya niat jahat. Sungguh, membunuh semut saja aku tidak tega” kata donghae
“ ahhh, jadi kau bermaksud membunuh ku” kyuhyun tersenyum kecut
“ ya tuhan. Aku bukan seorang pembunuh. Karena aku baru di sini, jadi aku hanya ingin mengakrabkan diri pada tetangga-tetanggaku. Semua yang ada di lantai ini aku berikan bingkisan seperti ini. Jadi kau tidak perlu curiga” tutur donghae
“ aku tidak butuh !” kata kyuhyun melangkah masuk dan menutup pintu. Donghae hanya menganga. Lalu ia berjalan masuk ke kamar nya dan menggeleng-gelenggkan kepalanya.
“ APA YANG HARUS AKU LAKUKAN !!!!” donghae mulai emosi.

Kyuhyun tertidur di sofa setelah pulang dan bertemu kedua orang tuanya. Baginya, bertemu ayah dan ibunya adalah hal paling buruk yang pernah ia lakukan, karena ia tau ... bertemu dengan mereka hanya akan membuat nya semakin pusing. Dia tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia tidak tau pada siapa ia akan mencurahkan semua isi hatinya yang sudah hampir ingin meledak. Ia ingin menjadi dirinya sendiri, dia ingin bebas tidak terbebani oleh sikap protektif sang ayah yang membuatnya kabur dari rumah. Benar, kyuhyun kabur dari rumah sudah hampir lebih dari 2 tahun. Kedua orangtuanya hanya mendecak dan berbicara mengenai kyuhyun tentang harus ini harus itu.
Kyuhyun hidup dalam kemewahan sejak kecil. Ayah dan ibunya adalah seorang direktur di salah satu perusahaan ternama. Ia adalah anak satu-satunya sehingga begitu di jaga dan dilindungi. Kemanapun diikuti bodyguard, waktu untuk melakukan sesuatu di atur sang ayah. Teman bahkan cinta pun di atur sang ayah. Karena merasa tidak suka dan tertekan ia kabur dari rumah dan membeli sebuah kamar di salah satu apartement dengan uang tabungannya sendiri, sehingga kedua orangtuanya tidak bisa mengatur kehidupannya lagi.
Kyuhyun saat itu merebahkan tubuhnya di sofa sambil menenangkan dirinya. Namun matanya melirik ke arah pintu seperti ada seseorang dibalik sana. Kyuhyun berfikir mungkin laki-laki bernama lee dong hae itu lagi sedang berada di luar sana. Kyuhyun berdiri dan bergerak menuju pintu, dengan situasi emosi seperti saat ini kyuhyun benar-benar ingin memukul seseorang. Mungkin laki-laki tersebut cocok sebagai pelampiasannya. Kyuhyun membuka pintu. Benar. Orang itu lagi.
Donghae lagi-lagi hanya tersenyum mendapati kyuhyun menatapnya tajam. Ini sudah yang kedua kalinya ia tertangkap mengintip dipintu. Donghae menggaruk-garuk kepalanya kebingungan untuk melakukan apa. Matanya berkeliaran tidak jelas menghindari tatapan kyuhyun.
“ idiot !” kata kyuhyun. Donghae mendongak pada kyuhyun. Donghae maju untuk menangkap kerah baju kyuhyun karena emosi dipanggil idiot. Tetapi pada saat yang sama kyuhyun sudah memukul donghae sehingga donghae jatuh terjelembab ke lantai. Donghae terkejut dengan apa yang dilakukan kyuhyun. Ia meringis kesakitan.
“ kenapa kau memukulku ?” tanya donghae
“ kenapa ? itu pantas kau terima, kau benar-benar menggangguku” jawab kyuhyun
“ tapi aku bukan pencuri, atau ... aku juga bukan seorang pembunuh aku bersumpah cho kyu hyun !!!” kata donghae berusaha berdiri sambil membersihkan sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Kyuhyun terkejut dengan apa yang di ucapkan donghae. Donghae mengetahui namanya ? bahkan donghae menyebutkannya dengan begitu sempurna. Kyuhyun mengeryitkan kening penuh rasa curiga pada laki-laki dihadapannya. Bagaimana mungkin orang yang baru pindah tau namanya. Itu mencurigakan fikir kyuhyun.
“ bagaimana kau bisa tau namaku ?” tanya kyuhyun
“ tentu saja ... kau kan ....” donghae menghentikan kata-katanya ketika ia ingat ia hampir membongkar rencananya, lalu ia mencoba berfikir sebelum kyuhyun semakin mencurigainya
“ kau kan tetanggaku” kata donghae janggal
“ lalu ... bagaimana kau bisa tau namaku hanya karena kita seorang tetangga ?” tanya kyuhyun lagi. Donghae panik mencari alasan yang cocok. Ia menyerah dan tertunduk. Kyuhyun melihat itu dengan bingung.
“ sebenarnya, aku pernah mendengar seseorang memanggil namamu. Tapi sungguh aku lupa dimana itu, yang pasti disuatu tempat. Aku hanya terkejut ketika ternyata kita bertetangga. Jadi apa salahnya jika aku tau namamu”
“ dimana kita pernah bertemu ? aku tidak pernah merasa kita pernah bertemu ?” kyuhyun masih terus bertanya. Donghae menelan ludah putus asa.
“ aku kan sudah bilang aku lupa. Benar ... benar, aku idiot dan bodoh. aku mudah melupakan sesuatu” kata donghae asal mencari aman. Kyuhyun tersenyum kecut
“ mudah melupakan sesuatu, tapi kau mengingat dengan jelas namaku. ANEH !” kyuhyun tersenyum mencibir
“ Cho Kyu Hyun. Apakah begitu penting untuk mengintrogasi bagaimana aku tau namamu. Apa salah jika seseorang yang tidak sengaja bertemu lalu mengingat namanya. Apa itu salah ? kenapa begitu mencurigaiku hanya karena aku mengendap seperti pencuri, tapi bukan berarti aku pencuri. Seperti hal ketika orangtua kita memarahi kita, bukan berarti mereka membenci kita” tutur donghae serius. Terlihat kyuhyun cukup terkejut dengan penuturan donghae.
“ lupakanlah !” kata kyuhyun kemudian
“ lalu, kau pasti punya alasan kenapa kau selalu ada di depan pintu kamarku seperti seakan ada sesuatu yang kau inginkan dariku” kata kyuhyun melajutkan
“ itu benar. Aku ingin menjadi temanmu” jawab donghae jujur. Kyuhyun lagi-lagi terkejut
“ bagaimana bisa orang asing tiba-tiba mengajakku berteman ?” tanya donghae
“ karena aku jauh dari eunhyuki dan siwonie. Mereka selalu bertemu jika ada kesempatan, karena mereka berada di kota yang sama. Dan aku ... aku sendirian di sini meninggalkan mereka” kata donghae mengingat dua sahabat baiknya. Kyuhyun tidak mengerti, tapi ia tau mungkin dua orang yang disebut donghae adalah teman baiknya.
“ lalu kenapa kau meninggalkan mereka” nada suara itu dingin
“ karena alasan tertentu aku harus ada disini. terlebih lagi, tempat ku bekerja tidak jauh dari sini” jawab donghae jujur.
“ kau bekerja tidak kuliah ? aku lihat kau hanya sedikit lebih tua dariku”
“ aku bukan orang kaya. Aku hanya orang sederhana. Tidak bisa kuliah bukan berarti hidup berhenti sampai disana kan” kata donghae tiba-tiba tersenyum. Kyuhyun terkejut, bukan karena kata-kata donghae yang terlalu blak-blakan. Tetapi, karena senyum yang di tunjukan oleh donghae entah kenapa begitu .... manis.
“ jadi kau mau berteman dengan ku kyuhyun ?” tanya donghae
“ maaf aku tidak butuh teman !” kata kyuhyun kembali masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu. Donghae tertunduk. Begitu sulit untuk memecahkan hati seorang kyuhyun. Tapi tiba-tiba donghae sadar akan sesuatu. Kyuhyun yang ia temui sekarang seperti kyuhyun yang kesepian, yang menanggung beban begitu banyak sehingga menjadikan dirinya sebagai pribadi yang tertutup. Berbeda dengan apa yang diceritakan sungmin.
__________

1 komentar:

  1. Lanjutin yaaaaa..... Aku suka baca cerita2 disini... Plis ini lanjutin,

    BalasHapus