Tittle : Journey A Dream’s
Cast Pairing : KyuHae, WonHyuk + Teuki
Rating : PG
Summary : Karena kami awalnya bukan siapa-siapa dan bukan untuk apa-apa. Namun di sinilah LONDON_INGGRIS awal pertemuan kami
_1 bulan kemudian_
Sudah satu bulan setelah perpisahan donghae dengan teman-temannya. Semuapun kembali ke aktivitas semula. Donghae dengan usahanya mewujudkan mimpinya. Kyuhyun dengan topengnya yang harus berpura-pura menjadi penurut dihadapan kedua orang tuanya. Siwon yang selalu berbohong demi cita-citanya. Hyuki dengan sang ibu yang sangat dicintainya dan juga teuki dengan cafe yang baru dikelolanya setelah kembali ke korea.
Donghae berjalan ke sebuah studio dengan perasaan senang. Ditangannya ia membawa kamera miliknya yang didalamnya penuh dengan memori akan kehidupannya beberapa tahun lalu. Potret sebuah kehidupan disekelilingnya. Hari ini, ia berjanji akan membawanya untuk diserahkan kepada sebuah Magazine khusus potret sebuah photogafi .... setelah kembali dan lulus kuliah di london, donghae berusaha mencari pekerjaan dengan sesuatu yang berhubungan dengan sebuah potret. Dan disinilah ... sebuah kantor Magazine yang menyediakan fasilitas terbatas itu. Semua gambar yang dipotret donghae sangat di sukai oleh kalangan mereka yang menyukai hal-hal seperti apa yang disukai donghae.
Donghae baru saja ingin membuka pintu studio yang sudah sangat akrab untuknya, namun langkahnya tiba-tiba terhenti dengan tabrakan seseorang. Donghae terkejut dengan apa yang terjadi, kamera di tangannya jatuh begitu saja. Tidak hancur, namun semua gambar yang ada didalamnya lenyap begitu saja. Donghae mendongak untuk melihat siapakah orang yang menabraknya ....
Sosok seseorang dengan wajah tampan, berpostur tubuh tinggi kekar, dan juga dengan senyum sengit dibibirnya membuat donghae semakin terkejut ketika ia mengenali seseorang dihadapannya kini. Donghae sadar, laki-laki dihadapannya kini juga sama terkejutnya dengan dirinya. Tapi dengan sekejap laki-laki itu melangkah meninggalkan donghae. Donghae berbalik.
“ CHOI SIWON ..........!!!!!” teriak donghae. Siwon sama sekali tidak perduli dengan teriakan donghae, ia masih terus berjalan dan mempercepat langkahnya. Melihat situasi tersebut, donghae langsung berlari mengejarnya. Setelah menjajarkan langkahnya dengan siwon donghae menarik pergelangan tangan siwon menghentikannya. Siwon menepis pegangannya dan menatap tajam ke arah donghae.
“ siwon, ini aku donghae ... kau tidak mengenaliku ?” tanya donghae dengan wajah bingung, namun kebingungan itu bercampur dengan rasa senang, karena akhirnya ia dapat bertemu dengan sahabatnya.
“ lalu kenapa ....???” tanya siwon dingin. Donghae melenyapkan senyumnya dengan cepat mendengar pertanyaan siwon
“ kenapa katamu ? apa kau tidak merindukanku ?” tanya donghae bingung.
“ rindu ! tidak sama sekali !” siwon tersenyum sengit
“ siwon, apa yang terjadi padamu ? kau ... kau seperti orang asing saat ini” kata donghae hati-hati
“ kau juga seperti orang asing dimataku. Kau sama sekali tidak sebanding denganku.... aku tidak suka berhubungan dengan orang-orang tidak berguna sepertimu” ucap siwon meninggalkan donghae. Donghae mencegahnya lagi.
“waeeeeeeeeeeeee ??????????” siwon emosi. Lalu kemudian matanya menatap kamera yang dibawa donghae.
“ ah ... kau ingin minta ganti rugi denganku. Baiklah ..” siwon mengeluarkan begitu banyak uang dan memberikannya pada donghae. Lalu pergi begitu saja. Tapi lagi-dan lagi donghae menahannya.
“ aku tidak butuh uang ini” donghae mengembalikan uang yang diberikan siwon
“ kenapa ? kurang ? sudahlah .. kau butuh uang itu bukan. Sudah miskin tidak perlu gengsi” kata siwon mencibir. Donghae menatap siwon dengan pandangan nanar.
“ aku miskin. Aku akui itu. Bahkan aku harus bekerja keras untuk mendapatkan apa yang aku inginkah. Tapi setidaknya aku punya usaha dan lagi .... aku punya HATI !!!! .....” kata donghae tegas. Siwon sedikit tersinggung dengan ucapan donghae, namun ia berusaha menutupinya.
“ aku tidak perlu uang untuk kau menggantikan kerusakan ini. Jika kau memang mengasihani aku ... lakukan sesuatu untuk aku !” kata donghae meminta
“ apapun itu, aku akan lakukan dan akan aku berikan ...” jawab siwon dengan tegas
( donghae berbalik membelakangi siwon)
“ kembalikan kenangan yang pernah aku buat didalam lensa kameraku. Kembalikan kenanganku terhadap seorang Lee Teuk hyung ... KyunHyuniee ... Eun Hyuki dan pada dirimu. Karena didalam kameraku ini ... penuh dengan dunia kalian. Hanya gambar kenangan itu yang bisa aku banggakan pada semua orang .... aku ingin memberitau,,, bahwa mimpiku .... “ donghae berbalik menghadap siwon. Siwon terkejut melihat air mata donghae.
“ bahwa mimpiku .... ada dalam dunia kalian juga!!!” donghae menatap siwon sedih, lalu pergi melangkah meninggalkan siwon. Donghae tidak bergerak untuk masuk kedalam studio, karena objek yang ingin ia tunjukan sudah lenyap begitu saja. Sekalipun ia tersisa, melihat siwon dengan perubahan seperti itu ..... membuat apa yang ingin dibanggakan olehnya seperti hancur begitu saja.
Siwon diam merenungi kata-kata donghae. Ia menerawang mengingat apa yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya bersama sahabat-sahabatnya di london. Tidak ada sama sekali tekanan. Ia merasa bebas dan bahagia. Tidak lagi harus menjadi sosok seperti apa yang terjadi saat ini. Tidak perlu berusaha menjadi laki-laki sombong yang membuatnya melukai sahabatnya sendiri. Siwon menundukan kepalanya merasa menyesali keadaan.
“ aku tidak ingin hidupku seperti ini donghae,,, aku bersumpah ..... aku tidak sampai hati melakukan itu padamu. Aku hanya berbicara sebagai seorang anak yang dibanggakan banyak orang disekelilingnya. Bukan sebagai choi siwon,,, bukan sebagai diriku sendiri” ucap siwon lirih pada dirinya sendiri.
Donghae duduk di sudut tempat tidur ayahnya. Sosok laki-laki lemah berbaring di atas tempat tidur itu. Entah sudah berapa lama ia terbaring disana. Donghae menundukan kepalanya dan memegang erat tangan ayahnya yang tertidur. Sekeras apapun ia mencoba untuk tegar. Tetap saja hatinya sakit jika menahannya.
Tangan lembut ibunya bergerak dia atas kepala donghae. Donghae mendongak menatap ibunya dengan penuh air mata. Ia berdiri untuk memeluk sang ibu dan menangis menjadi-jadi.
“ jangan merusak hatimu sendiri untuk apa yang kau impikan anakku” kata ibunya dengan bijak
“ aku kehilangan segalanya bu .... “ ucap donghae mempererat pelukannya
Donghae terus menangis dipelukan sang ibu. Air matanya sudah membasahi baju ibunya yang lusuh. Mengingat sang ayah yang sakit dan terbaring ... mengingat bahwa ia dan keluarganya tak mampu untuk membawanya ke rumah sakit ... mengingat sang ayah yang masih terus berusaha bertahan ... mengingat dirinya yang selalu berjanji akan membuat perubahan besar dalam hidupnya .. mengingat,,,,, mengingat bahwa ia tau ... ia tau ia tidak mampu untuk merubahnya.
***
Kyuhyun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus sebelum akhirnya ia melirik sebuah lemari baju miliknya. Tidak ada apa-apa disana, tapi ... ada sebuah gitar listrik yang dibelinya dengan uangnya sendiri. Disimpannya gitar itu baik-baik sehingga sang ayah tidak menemukannya.
Ada perasaan rindu untuk menatap dan memainkan gitar tersebut. Kyuhyunpun melangkah dengan hati-hati menuju lemari dan membukanya dengan perasaan taku-takut. Matanya tertuju pada gitar berwarna biru sapphire yang berdiri tegak di pojok lemari.
Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk mengambil gitar tersebut. Tapi tiba – tiba ...
“ apa ini ???” tanya sang ayah yang tiba-tida datang dan merebut gitar milik kyuhyun
“ ayah ... tolong kembalikan padaku” pinta kyuhyun cemas
“ sejak kapan kau berani menentang ayahmu sendiri. Sudah aku katakan padamu bukan. SAMPAI MATIPUN AYAH TIDAK AKAN MENGIJINKANMU MENJADI SEORANG PENYANYI.... karena, kau harus menjadi seorang pengacara hebat seperti ayah” ucap ayahnya emosi
(Kyuhyun khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Semuanya telah terbongkar. Ayahnya pun mengetahui segalanya.)
Sang ayah keluar dengan membawa gitar milik kyuhyun, melangkah dengan cepat meninggalkan kyuhyun. Kyuhyun berlari menyusul sang ayah dan berusaha untuk meminta gitarnya untuk kembali. Namun semakin kyuhyun memohon, sang ayah semakin menjadi-jadi. Dengan secepat kilat gitar yang dibawa ayahnya dilempar kelantai bawah dari atas.
Kyuhyun terkejut dengan apa yang dilakukan ayahnya. Ia menatap nanar gitar yang harus dari lantai atas. Matanya merah menahan tangis, tangannya mengepal emosi.
“ ayahhh ... bahkan aku membeli gitar itu dengan uangku sendiri. Bukan uang dari ayah. Seharusnya ayah menghargai itu !” kyuhyun bicara pada ayahnya dengan pandangan sedih dan emosi
“ ayah tidak perduli !!!” kata sang ayah pergi meninggalkan kyuhyun
Kyuhyun menatap kepergian sang ayah dengan pandangan nanar. Begitu sulitkah menggapai mimpi yang seharusnya mudah untuk kita raih..... kyuhyun kemudian turun kelantai bawah dan mengumpulkan semua sisa-sisa gitar yang hancur berantakan. Perasaannya bercampur aduk, emosi, sedih dan kecewa.
“ kyuhyun ... kau baik-baik saja nak ?” tanya sang ibu membelai rambut kyuhyun dengan lembut
“ apa aku terlihat baik bu ?” tanya kyuhyun balik. Tak ada jawaban dari sang ibu
“ aku tidak minta apa-apa dari ayah. Aku telah mengikuti dan menuruti semua keinginan ayah. Setidaknya, bisakah dia memberi aku kesempatan untuk menunjukan mimpiku ..” ucap kyuhyun bangun setelah mengambil puing-puing gitarnya yang hancur dan menatap ibunya dengan pandangan bertanya dan kyuhyun membutuhkan jawaban. Sang ibu baru saja ingin berkata, namun kyuhyun seperti mencegahnya dan mendahuluinya.
“ jika kau tidak bisa membantuku ... jangan mencoba untuk menegarkanku !” kata kyuhyun meninggalkan sang ibu begitu saja.
***
“ aku tidak akan pernah mengizinkamu untuk merebut eunhyuk dari tanganku. Apa kau setega itu !!! kau tau aku tidak punya siapa-siapa lagi selain anakku eunhyuk ... jadi jangan pernah berusaha untuk merebutnya dariku. Lupakan semuanya,,,, kau sudah memiliki keluarga baru .. jadi jangan pernah ganggu aku dan eunhyuk lagi !!!!” teriak ibu eunhyuk menutup telepon.
Eunhyuk tidak pernah menginginkan hal seperti ini. Tapi perpisahan dia antara kedua orangtuanya adalah hasil dari keputusannya. Eunhyuk yang meminta sang ibu untuk menceraikan sang ayah. Eunhyuk tau segalanya .... eunhyuk melihat segalanya ...eunhyuk mendengar semuanya ....jadi, dia dapat memutuskan dengan tepat mengenai perceraian diantara kedua orang tuanya.
Eunhyuk tidak lagi ingin melihat kedua orangtuanya bertengkar setiap malam, tidak ingin lagi melihat ibunya di sakiti terus menerus oleh ayahnya yang pemabuk, dan suka bermain dengan perempuan .. sehingga seperti saat inilah ... tanpa diduga, sang ayah telah memiliki istri dan anak lain selain ibunya dan dirinya. Itu menyakitkan.
“ kau tidak perlu khawatir bu, kemanapun ibu pergi ... aku akan ikut denganmu” ucap eunhyuk mendekati ibunya dan duduk disampingnya.
“ maaf anakku .. telah membawamu dalam kondisi seperti ini”
“ tidak bu ,,, ini keputusan paling benar. Aku lebih suka hidup hanya berdua dengan ibu dibandingkan dengan ayah yang tidak punya hati ..” ucap eunhyuk menenangkan ibunya.
“ terima kasih” sang ibu memeluk eunhyuk penuh kehangatan. Eunhyuk mebalas pelukan ibunya dengan erat. Mencoba menahan tangis, sekalipun itu sulit.
Mimpi seorang eunhyuk adalah menjadi seorang penulis. Ia suka menulis tentang apapun. Dan segala sesuatu yang ia torehkan adalah ia persembahkan untuk sang ibu. Jika dilihat, eunhyuk tidak terlalu sulit untuk menggapai mimpinya. Hanya butuh dukungan dari sang ibu adalah lebih dari cukup untuknya, tapi .... satu hal yang membuatnya sulit untuk bernafas ...hatinya ... hatinya seperti hancur karena masa lalu yang menyakitkan.
***
Leeteuk tersenyum memandangi fhoto yang tertata rapi di meja kamarnya ... objek yang sangat sederhana dan biasa di ambil dari kamera milik donghae beberapa tahun lalu. Tapi,,, melihatnya sangat memuaskan hati ....
“ LUPAKAN MEREKA SEMUA !!!!!” teriak sang paman
Teuki terkejut dengan teriakan sang paman yang selalu memekikan telinganya setiap kali ia teringat sahabat-sahabatnya. Ia ingat ketika baru sampai di Korea setelah pulang dari London, dalam perjalanan sang paman berbicara padanya mengenai hubungannya dengan sahabat-sahabatnya.
“ jujur aku tidak suka melihatmu dekat dengan mereka ...” ucapnya memulai pembicaraan. Teuki terkejut, namun ia tidak bertanya, kenapa ..... membiarkan sang paman melanjutkan pembicaraannya.
“ mereka hanya anak-anak manja yang tidak tau bagaimana rasanya berjuang untuk dirinya sendiri. Mereka hanya anak-anak ingusan yang bisanya mengandalkan orang tua seperti kau dulu ... mereka hanya bocah-bocah kecil yang belum tau apa itu hidup, dan mereka hanya ...” belum selesai pamannya bicara, teuki langsung dengan cepat memotongnya.
“ kenapa bisa bicara seperti itu ketika paman tidak tau apa-apa ?” teuki bertanya serius
“ kau mencoba melawanku ...” paman teuki tersenyum sengit mencibir
“ aku memang baru mengenal mereka sebulan ini ... tapi sebulan itu cukup untuk aku tau bagaimana dan siapa mereka. Mereka orang baik, mereka anak-anak yang punya pribadi luar biasa yang mungkin tidak semua orang tau, mereka orang-orang yang berusaha mengejar mimpinya !” teuki menjelaskan, masih berusaha menahan emosinya.
“ kau lihat ... kau sendiri yang bilang saat ini, mereka semua punya mimpi ... lalu kau ??? kau bahkan tidak tau apa mimpi dan cita-citamu ? apa kau layak berteman dengan orang-orang seperti mereka ?” sang paman menegaskan.
Teuki merenungkan ucapan sang paman yang selalu diingatnya. Ya ... selalu. Setiap kali ia mengingat ke empat sahabatnya, kata-kata itu selalu terngiang-ngiang ditelinganya seperti nyamuk yang selalu menganggu.
Teuki merasa sadar dengan apa yang terjadi. Terkadang ia membenarkan ucapan pamanya, bahwa dia tidak layak berteman dengan orang-orang yang punya mimpi dan berusaha mewujudkannya. Karena ... teuki tau, dia tidak punya apa-apa yang dimiliki para sahabatnya.
***
Kyuhyun berdiri didepan toko peralatan musik dengan gairah mengebu-ebu. Ada rasa ingin melangkah masuk untuk membeli satu diantara banyaknya gitar disana. Tapi kyuhyun sadar, itu hanya akan membawa bencana untuknya. Kalau sampai ayahnya tau .... itu akan menjadi masalah besar.
Kyuhyun mengurungkan keinginannya untuk membeli gitar baru dan melangkah ke sebuah tempat service di mana ia akan membetulkan gitarnya. Ia tidak membawa mobilnya untuk pergi, ia hanya membawa kedua kakinya untuk berjalan menyusuri kota Seoul. Selama perjalanan kyuhyun selalu berusaha melupakan setiap masalah yang ada di antara dia dan ayahnya. Ia hanya ingin mengingat hal-hal baik di dalam hidupnya ‘itu fikir kyuhyun setiap saat’. Tapi bisakah ia ... bahwa setiap kali masalahlah yang ada dihadapannya.
Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar suara seseorang yang tampak ia kenali. Ia menoleh kebelakang untuk melihat. Ada banyak orang berlalu lalang di jalanan, tapi ia yakin ... satu diantara mereka adalah sosok yang ia kenali. Kyuhyun berusaha maju untuk mencari sumber suara tersebut, hingga akhirnya langkahnya terhenti saat seseorang yang memiliki suara itu berdiri dihadapannya saat ini.
Keduanya saling pandang, seakan memunggu siapa yang akan memulai pembicaraan. Apakah harus bertanya ‘apa kabar’ atau ‘ bagaimana sekarang’ atau ‘ apa yang kau lakukan disini’ ? setiap pertanyaan itu muncul di otak keduanya. Namun hingga beberapa detik kemudian satu diantara mereka angkat bicara.
“ hidup itu penuh kejutan ya ...” kata donghae tanpa senyum. Pandangannya datar.
“ hyung .... aku benar-benar tidak dapat mempercayai hal ini” ucap kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa karena terlalu senang.
“ kau bisa menemukan yang lain disini kyuhyun .... kenapa harus menemukan aku ? kenapa bukan yang lain ? kenapa harus sekarang ? kenapa tidak nanti ?” donghae bertanya-tanya pada kyuhyun dengan begitu cepat. Kyuhyun mengeryitkan kening tidak mengerti.
“ kau tidak senang bertemu denganku hyung ?’ tanya kyuhyun balik tanpa menjawab pertanyaan donghae
“ masalah membuatku tidak dapat merasakan apa-apa sekarang. Bahkan aku tidak tau bagaimana lagi rasanya senang, sedih dan juga ... aku tidak tau apakah aku sedang menangis atau tertawa” jawab donghae membuat kyuhyun semakin tidak mengerti
“ ada masalah hyung ?” tanya kyuhyun lagi
Donghae tiba-tiba tersenyum dan menatap langsung ke arah kyuhyun. Dia hanya tersenyum tanpa bicara apapun, membuat kyuhyun semakin dan semakin tidak mengerti. Kyuhyun berkali-kali memanggil nama donghae, namun donghae masih tetap tersenyum dan tidak bergerak sedikitpun dari pandangannya pada kyuhyun. Kyuhyun memukul pundak donghae, dan yessss .... berhasil, donghae tersentak.
“ berusahalah mengejar mimpimu sesulit apapun itu. Jangan pernah dengar siapapun tanpa terkecuali orang tuamu sekalipun. Karena apa yang kita inginkah adalah sesuatu yang akan terjadi dimasa depan, dengan catatan kau berusaha dan tidak pernah menyerah atas mimpimu ! aku ingat kau pernah mengatakan padaku mengenai ‘ bahwa mimpi membutuhkan sebuah dukungan. Itu yang terpenting’ ... aku sadar kau benar. Tapi jika seseorang yang terpenting dalam hidup kita tidak dapat memberikan sebuah dukungan. Apa yang akan kau lakukan ... berhenti bermimpi ????” tutur donghae
(kyuhyun tertunduk diam, menyadari apa yang sedang dibicarakan donghae. Ia tau ... situasi yang terjadi saat ini dalam diri donghae sama seperti situasi yang terjadi dalam dirinya)
“ aku tidak tau hyung .... dimana aku harus mencari dukungan dan support itu” jawab kyuhyun sedih.
“ kalau kau mau mencarinya .....semua itu ada didalam sini” kata donghae menunjuk pada hati kyuhyun. Kyuhyun terkejut ....
“ dan ...jejak itu ada dinadimu kyuhyun ...” donghae meneruskan ucapannya dan tersenyum. Kyuhyun menatap pada donghae dengan pandangan kagum.
Kyuhyun maju satu langkah untuk memeluk donghae. Ia tidak perduli dengan banyaknya orang-orang yang lalu lalang di sekelilingnya. Hanya saja ... saat ini, kyuhyun merasa senang, kyuhyun bahagia, kyuhyun merasa memiliki semangat lagi dan kyuhyun ............. punya segalanya, mungkin benar apa yang diucapkan donghae ‘ segalanya ada di dalam hati dan nadi kita’ berjuta-juta dukungan yang ada jika hati kita mati untuk terus berjuang .... itu sama saja seperti kita tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi jika hati kita tumbuh dalam semangat dan perjuangan .. apapun bisa kita raih sekalipun tanpa dukungan.
“ gomawoyo hyung ...............” bisik kyuhyun dalam pelukan donghae.
“ kyuhyunieeee,,, kau tidak mungkin dapat meraih mimpimu begitu saja seperti menemukan sebongkah batu di pinggir jalan. Bahkan kau tidak memperjuangkannya ....” ucap donghae melepaskan pelukan kyuhyun
“ aku tau aku harus berjuang !” kyuhyun tersenyum semangat
“ mau aku traktir ???” kyuhyun menawarkan. Donghae tersenyum
“ dengan senang hati kebetulan aku lapar” jawab donghae sambil berjalan. Kyuhyun mengikutinya.
“ mau makan apa ?” tanya kyuhyun
“ apa saja ... tapi harus makanan yang punya kualitas bagus dan mahal !” pinta donghae bercanda
“ hyungggggggggg ...” kyuhyun tertawa merengek manja sambil merangkul donghae
“ aku tidak mau tau ! kalau kau tidak mau .... aku pulang saja “ donghae berbalik untuk kembali pulang. Berpura-pura cemberut untuk menggoda kyuhyun. Kyuhyun mengejarnya dan menariknya untuk pergi berasama
“ kita makan apapun yang kita mau ....!!!!!” ucap kyuhyun menarik donghae. Donghae tertawa.
“ aku hanya bercanda kyu ...” kata donghae
“ aku menganggapnya serius, jadi kita makan yang banyak nanti” kyuhyun tertawa
“ hei, jangan menghabiskan uangmu !!!” pinta donghae sedikit berteriak
“ hyung yang meminta”
“ aku bilang aku bercanda”
“ kalau begitu hyung harus tanggung jawab” ancam kyuhyun
“ tanggung jawab apa maksudmu ?” tanya donghae
“ karena kau mebuatku percaya” kata kyuhyun tertawa. Donghae memukul pelan kepalan kyuhyun dan berlari menghindar. Kyuhyun mengejar donghae yang berlari untuk membalsnya. Merekapun saling berlari dan saling kejar mengejar seperti anak kecil.
“ bukankah hidup seperti ini jauh lebih indah ..........................................?????” tanya kyuhyun dalam hatinya.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar