Tittle : Journey A Dream’s
Cast Pairing : KyuHae, WonHyuk + Teuki
Rating : PG
Summary : Karena kami awalnya bukan siapa-siapa dan bukan untuk apa-apa. Namun di sinilah LONDON_INGGRIS awal pertemuan kami
Kyuhyun melihat donghae dengan penuh kebingungan. Donghae memakan semua makanan dengan penuh semangat dan begitu lahap. Bahkan kyuhyun merasa belum menyentuh makanannya sedikitpun.
“ hyung ... pelan-pelan, bisakah kau makan pelan sedikit ? kenapa begitu semangat ?” tanya kyuhyun bingung. Donghae hanya tersenyum.
“ hyung ... pelan-pelan, jangan seperti seakan-akan kau tidak makan beberapa hari ini” ucap kyuhyun. Donghae terkesiap dengan ucapan kyuhyun. Ia menelan makanan dimulutnya dengan cepat dan berhenti secara tiba-tiba. Tertunduk, matanya seakan tidak sanggup untuk melihat ekspresi kyuhyun saat ini. Melihat donghae tiba-tiba berhenti, kyuhyun semakin bingung.
“ hyung ... apa ucapanku salah ?” tanya kyuhyun hati-hati. Donghae menggeleng. Lalu kemudian mendongakan wajahnya untuk menatap langsung ke mata kyuhyun.
“ kau benar ... aku, memang sulit untuk makan beberapa hari ini” kata donghae tersenyum
“ maksudmu ? tenggorokan hyung sakit ?” kyuhyun tampak tidak mengerti.
Tidak. Bukan tenggorokannya yang sakit, tapi hatinya. Begitu sulit bekerja dan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua orangtuanya. Sekali donghae mendapat uang, uang itu akan diberikannya untuk pengobatan sang ayah dan sesuap nasi untuk mengganjal perut yang kosong. Itu untuk kedua orangtuanya. Donghae selalu berbohong bahwa ia sudah makan, namun kenyataannya bertolak belakang.
“ hyung ......” panggil kyuhyun menyadarkan donghae
“ terkadang manusia tidak makan bukan” jawab donghae singkat. Kyuhyun tampak terkejut
“ hyung, jadi kau memang belum makan beberapa hari ini ?”
“ aku makan, makan sisa dari ibu atau kakak ku ....” jawab donghae tidak bisa berbohong. Entahlah, kenapa ia selalu bicara jujur pada laki-laki dihadapannya saat ini. Kyuhyun terkejut dengan jawaban donghae. Awalnya ia berfikir donghae hanya bercanda, namun melihat ekspresi sedih dan kecewa dari wajah donghae. Kyuhyun tau itu benar !
“ sisa hyung ... sisa makanan katamu ?”
“ kenapa ??? ada yang salah .... tidak apa-apa untukku. Aku sudah terbiasa” ucap donghae menegarkan dirinya sendiri
“ SUDAH BIASA KATAMU !!!” kyuhyun meninggikan suaranya
“ itulah aku kyuhyun ! tapi itu bukan masalah untukku” kata donghae tersenyum
“ bagaimana bukan masalah hyung, kau bilang kau tidak makan beberapa hari ini ... lalu kau bilang kau selalu makan dari hasil sisa ibu dan kakakmu ... sekarang kau bilang itu biasa untukmu. Hyung ........... keu benar-benar aneh” kyuhyun sedikit emosi
“ kyu ... apa yang membuatmu emosi .... kau menyesal, karena kau berteman dengan orang miskin seperti aku ?” tanya donghae kemudian. Kyuhyun terkejut dan dengan cepat ia menggeleng tidak setuju.
“ bukan hyung ... bukan karena itu. Tapi ............... kenapa kau tidak katakan padaku waktu itu ?”
“ kenapa ? kau menyesal ?”
“ aku bersumpah hyung bukan karena itu. Hanya saja kenapa kau tidak jujur padaku ?” kyuhyun mulai emosional, matanya memerah menahan tangis
“ apa sebuah aib harus aku beberkan padamu kyu ... kau fikir aku tidak malu,,,,” kini giliran donghae yang emosi, lalu kemudian berdiri dari duduknya ...
“ terima kasih atas hari ini. Kau punya nomor hp ku kan ... aku akan menghubungimu nanti jika aku punya uang untuk menganggantikan semua makanan ini. Terima kasih ...........” ucap donghae meninggalkan kyuhyun begitu saja.
Kyuhyun berdiri ingin mengejar donghae, namun langkahnya terlalu sulit untuk bergerak. Dia berfikir pada dirinya sendiri. ‘salahkah ucapannya, salahkah tindakannya’ ....kyuhyun hanya mampu diam menatap punggung donghae yang semakin jauh tak terlihat.
Hyuki berjalan menyusuri kota Seoul dengan perasaan bahagian. Ditangannya ia membawa sejumlah karya tulis hasil kerjanya sendiri. Ini saatnya ia menunjukan dan berjuang untuk mimpi-mimpinya selama ini.
Hyuki memasuki gedung besar dengan perasaan gelisah, takut-takut jika karyanya ditolak. Ia memasuki ruangan dimana ia disuruh untuk masuk dan bertemu dengan seseorang yang menangani hal tersebut. Hyuki duduk disalah satu kursi kosong dan kemudian memberikan karya tulisnya pada laki-laki berwajah tua dihadapannya. Laki-laki itu tampak membaca serius tulisan hyuki. Sesekali ia tersenyum dengan apa yang tertulis, tapi juga sesekali ia melirik hyuki dengan pandangan curiga ... seakan tidak percaya bahwa hyuki lah yang menulis cerita itu.
“ siapa namamu ?” tanya laki-laki dihadapannya
“ Lee Hyuk Jae, tapi ... aku lebih sering dipanggil hyuki” jawab hyuki sopan
“ ini milikmu ???? tulisan dan cerita ini kau yang buat ?” tanyanya curiga. Hyuki tersenyum mengangguk penuh percaya diri.
“ itu kisah nyata ..” kata hyuki kemudian. Laki-laki dihadapannya mengeryitkan kening tidak percaya.
“ nyata katamu ... benarkah ..?”
“ cerita itu aku ambil dari kisah nyata antara aku dan empat sahabat baru yang kutemui di London ....” hyuki menerangkan dengan singkat
“ wuahhhh ... luar biasa,,,, melihat prolognya saja ,,, sudah sangat menarik minat ku untuk membaca lebih lanjut” kata laki-laki bernama Jo Song gae
“ terima kasih”
“ baiklah ... aku terima ini,,,, dan kita akan membicarakan tentang hal lainnya nanti” kata song gae tersenyum pada hyuki. Hyuki terkejut, namun ia tersenyum sangat senang.
Hyuki berkali-kali mengucapkan terima kasih pada laki-laki tegap dan dermawan dihadapannya. Meminta agar song gae dapat mempertimbangkannya menjadi lebih baik lagi. Hyuki sungguh tidak membutuhkan uang atau balasan yang besar. Ia hanya ingin karyanya dapat dibaca banyak orang untuk menunjukan bahwa ia mampu mewujudkan mimpinya.
Eunhyuk seperti anak kecil yang berlari-lari dengan perasaan senang. Ia ingin sekali cepat berada di rumah dan memberikan kabar baik ini pada sang ibu yang sangat dicintainya. Namun ditengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba meneriaki namanya. Hyuki menoleh dan berbalik untuk melihat. LEE TEUK !
“ teuki hyung ............” panggil hyuki lalu berlari menghampiri teuki yang juga berjalan mendekatinya
“ aku sungguh melihat seorang teuki hyungkan ? ini bukan ilusiku kan ?” hyuki tampak tidak percaya. Teuki memukul kepala hyuki dan tersenyum
“ aku senang kita bisa bertemu disini ? sedang apa ? dan dari mana ?” tanya teuki penasaran. Mendengar pertanyaan teuki, hyuki langsung dengan cepat memeluknya. Teuki terkejut dan melepaskan pelukan hyuki.
“ kau kenapa ?” tanya teuki lagi
“ hyung ... karyaku diterima .... sebentar lagi aku akan jadi penulis berbakat !!!” kata hyuki berteriak didepan teuki
“ benarkah .. ya tuhan .. aku senang mendengarnya. Baguslah ..” jawab teuki senang. Namun beberapa detik kemudian mimik wajah senang itupun langsung berubah. Melihat perubahan teuki, hyuki langsung berhenti tersenyum.
“ ada apa hyung ???” tanya hyuki
“ tidak ada ... aku senang seseorang yang punya mimpi akhirnya dapat mewujudkan mimpinya” jawab teuki datar
“ aku masih harus berusaha lagi hyung”
“ aku tau. Maka berusahalah dan buat ibumu bangga” kata teuki
“ kau sendiri bagaimana ?” tanya hyuki bertanya balik
“ aku baik-baik saja ... kalau kau bertanya tentang mimpi, aku punya ... tapi bukan mimpi seperti apa yang kau punya ...” ucap teuki, matanya lurus menghadap jalan raya.
“ apa itu ?”
“ aku punya mimpi untuk mempertahankan diriku ....” ucap teuki menahan tangis
“ mempertahankah diri ?” hyuki bingung. Teuki menatap hyuki dengan pandangan nanar.
“ itu mimpiku .... bagaimana aku bisa memperjuangkan mimpi, sedangkan diriku sendiri butuh untuk dipertahankan ....”
(hyuki mengerutkan kening masih tidak mengerti)
“ jika tuhan mengizinkan .... AKU INGIN HIDUP LEBIH LAMA LAGI” ucap teuki dengan pelan tetapi tegas dan sangat jelas ditelinga hyuki.
***
Pertemuan hyuki dan teuki ternyata membawa sedikit masalah. Tidak ada yang tau bahwa akan terjadi hal-hal buruk seperti ini. Ini bukan kesalahan hyuki ataupun kesalahan teuki. Ini adalah situasi buruk yang membuat teuki secara tiba-tiba jatuh pingsan.
Hyuki langsung meminta tolong pada orang-orang yang lalu lalang untuk membantunya membawa teuki ke rumah sakit. Setelah hyuki menghubungi pamannya dan sang paman juga keluarganya datang hyuki langsung pamit untuk pergi.
“ Lee Hyuk Jae ....” panggil sang paman. Hyuki menoleh ketika ia ingin beranjak pergi
“ tidakah kau ingin bertanya ? apa yang terjadi dengan sahabatmu itu ?” tanya sang paman
“ aku ingin sekali untuk tau, tapi sepertinya ... situasi belum mengizinkanku untuk tau paman” jabab hyuki. Laki-laki dihadapannya tertawa.
“ kau pikir kau punya waktu lagi untuk bertemu dengannya ? kau fikir aku akan mengizinkan”
(mendengar ucapan sang paman, hyuki sedikit terkejut)
“ sahabatmu itu punya penyakit gagal gijal. Sampai detik ini, belum ada ginjal yang cocok dengan gijalnya. Semakin gijal itu lama untuk dicari .... semakin cepat kematian datang padanya dan ...” belum selesai sang paman bicara, hyuki langsung memotongnya.
“ tolong jangan bicara seperti itu. Aku yakin, hyung bisa sembuh dan dengan cepat menemukan gijal yang cocok untuknya” ucap hyuki. Paman tertawa.
“ hei anak muda ... dari dulu, aku tidak pernah percaya dengan yang namanya sahabat. Karena yang mereka bisa lakukan hanya mencoba membuat sahabatnya senang tapi tanpa melakukan apa-apa. Kau fikir kau bisa membantu ????” paman teuki berlalu pergi begitu saja.
Hyuki menatap sang paman pergi dengan rasa kecewa. Benar ... ia hanya mampu menyemangati para sahabatnya ... tanpa bisa melakukan apa-apa. Bagaimana bisa, disaat dia merasa bahagia karena karya tulisnya diterima, tapi disisi lain sahabatnya tergeletak lemah dirumah sakit dan butuh bantuan. Haruskah ia merasa senang disaat-saat seperti ini.
Siwon memegang undangan dengan penuh rasa percaya diri. Hatinya begitu gugup dengan apa yang dipegangnya. Bolehkah ia bahagia saat ini ??? bolehkah ia merasa senang saat ini ??? atau, bolehkan ia tersenyum didetik-detik ini.
Siwon berjalan lima langkah menuju lukisan terbesar yang ia buat. Berdiri dihadapan lukisan itu dengan hati penuh kerinduan. Mungkin jika ada seseorang yang bertanya.’apakah yang kau inginkan saat ini ?’ mungkin siwon akan menjawab ‘ aku ingin bertemu empat tokoh yang ada didalam lukisan itu’ !. dengan ragu-ragu ia tersenyum menatap gambar dihadapannya, ketika beberapa orang menemuinya dan mengucapkan selamat padanya.
“ kau sungguh berbakat ... liat semua lukisan yang ada di pameran ini, luar biasa indah dan bagusnya !!!” kata seorang laki-laki berjas hitam
“ kau akan membuat kedua orangtuamu bangga Tuan Choi ...” satu lagi seorang wanita muda memujinya
“ wuahhhh .... lihat lukisan ini. Pasti memiliki arti tersendiri” tambal kali-laki berjas hitam tadi.
Siwon mendongak melihat kembali lukisan dihadapannya. Ya ... dari sekian banyak lukisan di pameran lukisan choi si won. Lukisan dihadapannyalah yang ingin ditunjukannya pada seluruh dunia. Lukisan yang menggambarkan lima sahabat bertemu di sebuah halte bus.
Tapi sesaat pemikiran dan kenangan indah itu hilang dalam sekejap. Mengingat ia melakukan sebuah pameran tanpa sepengetahuan sang ayah dan ibunya. Dia melakukannya secara diam-diam. Siwon sudah siap dengan cabikan dan omelan sang ayah. Dia tidak perduli .... inilah impiannya,,, siwon ingin tau ... apa reaksi sang ayah melihat anak kesayangannya melakukan sebuah pameran lukisan secara diam-diam, namun itu sukses luar biasa.
It doesn’t matter if I’m lonely. Whenever I think of you
A smile spreads across my face.
It doesn’t matter if I’m tired. Whenever you are happy
My heart is filled with love.
Today I might live in a harsh world again.
Even if I’m tired, when I close my eyes, I only see your image.
The dreams that are still ringing in my ears
Are leaving my side towards you.
Everyday my life is like a dream.
If we can look at each other and love each
I’ll stand up again.
To me, the happiness of those precious memories
Will be warmer during hard times.
For me, hope is a dream that never sleeps.
Kyuhyun bernyanyi dengan semangat bersama teman-temannya di atas panggung. Banyak orang berteriak memanggil-manggil nama kyuhyun. Kyuhyun hanya mampu membalasnya dengan senyuman manisnya. Semua orang mengenal kyuhyun sebagai seorang vokalis dari sebuah band yang didirikannya, memiliki suara bagus dan pribadi yang pantang menyerah.
Kyuhyun sadar. Ayahnya akan benar-benar menghabisinya jika melihat kyuhyun saat ini sedang berusaha dengan teman-temannya mengikuti sebuah ajang audisi yang di adakan salah satu management musik. Tapi rasa pantang menyerah dan semangatnya untuk menggapai mimpinya jauh lebih besar dibandingkan dengan rasa takut pada ayahnya.
Ia ingat ketika donghae pernah mengatakan ‘berusahalah mengejar mimpimu sesulit apapun itu. Jangan pernah dengar siapapun tanpa terkecuali orang tuamu sekalipun. Karena apa yang kita inginkah adalah sesuatu yang akan terjadi dimasa depan, dengan catatan kau berusaha dan tidak pernah menyerah atas mimpimu ! aku ingat kau pernah mengatakan padaku mengenai ‘ bahwa mimpi membutuhkan sebuah dukungan. Itu yang terpenting’ ... aku sadar kau benar. Tapi jika seseorang yang terpenting dalam hidup kita tidak dapat memberikan sebuah dukungan. Apa yang akan kau lakukan ... berhenti bermimpi ??? ..... !’ donghae benar .... kyuhyun harus berusaha.
Setelah selesai kyuhyun dan kawan-kawan diberikan kesempatan untuk beristirahat. Sebelum menunggu hasil keputusan atas kemenangan audisi tersebut. Kyuhyun tampak sedikit gelisah, matanya tersu- menerus menelusuri banyaknya orang-orang yang juga punya mimpi sepertinya. Tapi kyuhyun percaya, tuhan akan memberikan hasil yang terbaik untuknya !
Matanya tiba-tiba saja fokus pada seorang laki-laki yang sibuk mendung teman-temannya. Ada kamera kecil yang dibawa laki-laki itu untuk memotret para sahabatnya yang sedang berjuang. Pandangannya menjauh mengingat lagi sosok seorang Donghae,,, seorang laki-laki yang memiliki mimpi menjadi seorang fotographer hebat. Kyuhyun iangat ketika terakhir kali ia bertemu .... semua di akhiri dengan perdebatan yang membuat keduanya akhirnya terpisah tanpa senyum kebahagiaan.
“ aku berjanji hyung ... menang atau kalah, aku akan mengabarkan ini padamu !” ucap kyuhyun dalam hati.
“ kau ingin mengadakan sebuah pameran photo ?” tanya seorang laki-laki sombong yang berdiri sambil bertolak pinggang dihadapan donghae. Donghae mengangguk.
“ punya apa kau ingin membuat pameran ?” tanya boss donghae mencibir. Donghae diam tertunduk
“ butuh biaya yang tidak sedikit jika kau ingin membuat sebuah pameran. Kau pikir kau punya uang ???? banyak orang, membuat pameran ketika ia punya uang dan namanyapun sudah dikenal oleh banyak kalangan ! sedangkan kau ... kau hanya seorang photographer kecil disini,,,” tutur laki-laki itu tertawa
“ aku punya kesiapan !” kata donghae tegas. Laki-laki dihadapannya bingung.
“ aku siap jika nanti ... aku ditertawakan, aku dihina, atau sekalipun aku dicerca banyak orang atas photo-photo yang aku ingin pamerkan. Aku siap !!!! setidaknya, aku sudah mencoba. Tapi .... aku sungguh butuh bantuan anda”
“ bantuanku ..??? apa ??? uang untuk membiayai pameranmu itu???”
(donghae mengangguk tegas percaya diri)
“ lucu sekali ... itu baik jika itu berhasil, kau akan membawa namuku menjadi terkenal juga. Tapi bagaimana jika itu rugi .... kau yakin kau sanggup menggantikan uangku ???” tanyanya. Donghae dengan cepat mengangguk meskipun hatinya tidak yakin akan hal itu.
“ baiklah ... aku akan membantumu” kata laki-laki itu akhirnya. Donghae menegakan kepalanya tersenyum, dan terus menerus mengucapkan terima kasih.
Ini adalah awal untuk mencapai mimpinya. Jika langkah ini berhasil .... donghae yakin, akan semakin mudah mencapai mimpi-mimpinya itu. Tapi .... donghae juga harus berfikir lagi, bagaimana jika ia gagal dalam pameran ini. Darimanakah ia akan menggantikan uang itu ???
Donghae berjalan keluar ruangan setelah ia bersikeras mencoba meluluhkan sang boss sombong di studio tadi. Diperjalanan pulang ia masih terus memikirkan situasi yang akan terjadi nanti, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat kyuhyun berdiri dihadapannya. Tidak bukan hanya kyuhyun tapi juga beberapa orang yang tidak dikenalinya.
“ aku belum punya uang untuk menggantikan uangmu kyu” kata donghae jujur
“ aku tidak datang untuk itu hyung” kata kyuhyun tersenyum. Melangkah maju memeluk donghae yang tiba-tiba terkesiap. Donghae melepaskan pelukan kyuhyun dengan pandangan bertanya-tanya.
“ apalagi ini ?” tanya donghae tidak mengerti
“ aku dan juga teman-temanku ingin mengucapkan terima kasih padamu hyung” kyuhyun mulai angkat bicara
“ untuk apa ?” tanya donghae belum mengerti
“ kami baru saja mengikuti sebuah audisi yang di adakan salah satu management musik. Dan kami menjadi juara dalam audisi itu” kata kyuhyun tanpa basa basi. Donghae terkejut, spontan tersenyum mendengar penuturan kyuhyun.
“ jongmal ???” tanya donghae lagi. Kyuhyun mengangguk semangat.
“ terima kasih donghae hyung,,,, kyuhyun bilang pada kami bahwa semua ini berkat dukunganmu” ucap salah satu teman kyuhyun. Semua teman-teman kyuhyunpun mengucapkan terima kasih.
“ tapi aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya mendukung kalian” kata donghae
“ satu dukungan darimu adalah seperti seribu dukangan yang diberikan banyak orang pada kami. Itu sangat berarti, khususnya untukku.” Ucap kyuhyun tersenyum
“ baguslah ... aku senang mendengarnya. Dan, rayakanlah ... hal-hal seperti ini tidak akan datang dua kali” kata donghae meninggalkan kyuhyun dan teman-temannya. Kyuhyun mencegah donghae dengan menahan tangannya.
“ tunggu hyung ... kau masih marah padaku ?” tanya kyuhyun kali ini. Donghae melepaskan tangan kyuhyun yang menekannya.
“ ya ... jika kau ingin meminta maaf padaku. Aku tidak butuh !!!!” ucap donghae menatap kyuhyun tajam. Kyuhyun menatap donghae sedih.
“ jika ingin aku maafkan, datanglah ke pameran photo yang akan aku adakan nanti. Aku akan mengubungimu lagi nanti” kata donghae meninggalkan kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk antusias. Kyuhyun tau ... donghae sedang meraih mimpinya saat ini !.
***
Donghae berdiri mematung disekeliling orang-orang dengan beragam usia. Dia namapak tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Donghae hanya mengira, akan hanya datang 50% orang yang datang melihat pameran photonya ... tapi, saat ini 50% itu seakan hanya lelucon yang tidak mungkin. Bahkan bisa dikatakan 99.999%.
Donghae mendengar seseorang laki-laki beribawa sedang bicara serius dengan bossnya. Donghae mulai gelisah dan ketakutan. Matanya terus melihat ke arah dua orang yang berdiri berhadapan di sudut sana. Seketika mata mereka bertemu, donghae menundukan kepala tanda bahwa ia menghormati.
Laki-laki itu berjalan menghampirinya dan diikuti oleh boss kesayangannya itu. Setelah mereka bertatap muka. Tubuh donghae semakin gemetar dan gugup. Jika ia boleh memilih, ia ingin sekali lari dan menghindari orang-orang yang ada dihadapannya saat ini.
“ jadi ini, salah satu photograper di studiomu ....’” tanya laki-laki benama Kim Hyun Sook. Boss donghae mengangguk tersenyum. Donghae ikut tersenyum.
“ kau masih muda, banyak orang-orang yang berumur sama denganmu lebih menghabiskan waktu mereka dengan kekasihnya. Tapi kau begitu menyibukan dirimu dengan kegiatan dan mimpi-mimpi ini” tuturnya sambil menepuk pundak donghae
“ dia punya semangat yang tinggi untuk meraih cita-citanya” ucap sang boss membanggakan. Donghae melirik sedikit, tidak pernah ia mendengar pujian dari sang boss seperti ini.
“ sebelum aku mengatakan hal lebih jauh, aku ingin tanya .... semua konsep di photo-photo yang kau tampilkan di pameran ini .... punya nama tersendiri. Kau beri nama HIDUP & MIMPI, jika aku boleh tau, kenapa ????” tanya hyun sook penasaran
“ aku ... hanya berusaha mencapai dan mewujudkan mimpiku. Untuk sebagian orang-orang sepertiku sangat sulit untuk mencapai mimpi. Karena seorang laki-laki sepertiku tidak memiliki apa-apa selain semangat yang tinggi ....” tutur donghae singkat. Tiba-tiba saja laki-laki itu tersenyum dan tertawa
“ ini yang aku suka ... semangat yang tinggi. Baiklah ... aku tidak bisa lama-lama berada disini. ini kartu namaku, kalau kau memang mau menjadi seorang photographer yang handal, kau bisa bergabung denganku ...” hyun sook memberikan kartu namanya.
“ benarkah ... ya tuhan terima kasih” donghae tidak tau harus mengatakan apa. Hatinya terlalu senang dengan semua ini. Dia sungguh ingin menangis saat itu namun sang boss melarangnya keras untuk menangis-nangis ria.
“ kau berhasil, tidak perlu mengembalikan uang yang kau pinjam untuk pameran ini. Tapi janji satu hal padaku,,, kedepan ... LEE DONG HAE harus menjadi yang terbaik” ucap sang boss memeluk donghae dan meninggalkannya.
Donghae menatap kartu nama ditangannya. Tuhan .... semudah itukah menggapai mimpi, hanya seperti inikah .... padahal, perjuangan yang dilakukan donghae selama ini begitu sulit dan keras. Tapi hanya dengan sebuah kartu nama. Semua mimpi bisa menjadi kenyataan. Donghae menahan tangisnya meskipun ia ingin sekali menangis. Tiba-tiba seseororang berdiri dihadapannya. Tersenyum.
“ kyuhyun .... aku berhasil” ucap donghae pada kyuhyun
“ ne hyung .... aku tau ..” jawab kyuhyun menghampiri donghae
Kyuhyun menghampiri donghae dan memeluknya. Berada di pelukan kyuhyun membuat air matanya tidak dapat ditahan untuk keluar. Donghae menangis sejadi-jadinya dipelukan kyuhyun, tidak perduli berapa banyak mata yang melihatnya.
Setelah pameran selesai donghae melangkah untuk pulang. Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Donghae menatap kyuhyun dengan pandangan curiga, seakan ada sesuatu yang aneh dalam diri kyuhyun.
“ kenapa hyung ?” tanya kyuhyun bingung
“ kau tidak pulang ?” tanya donghae balik
“ bolehkah aku ikut denganmu ? aku ingin berkunjung kerumahmu, mengenal kedua orangtuamu ? bolehkah ???”
“ tapi untuk apa ?”
“ untuk mengucapkan banyak terima kasih karena telah melahirkan anak sepertimu. Karena tuhan memberikan jalan untuk menggapai mimpiku lewat seorang laki-laki sepertimu” ucap kyuhyun semangat
“ aku tidak melakukan apa-apa kyu, aku hanya memberi dukungan padamu. Bahkan, ayahmu belum merestui cita-citamu kan ?”
“ salah ! ayah sudah mendukungku sekarang hyung ... dia bangga punya anak sepertiku, apalagi punya teman sepertimu yang pantang menyerah. Aku memang sempat berdebat dengan ayah. Tapi semakin aku melawan semakin dia mengerti .... bahwa mimpi tidak bisa dipaksakan” kyuhyun menjelaskan. Donghae tersenyum, dia tidak mampu mengatakan apa-apa.
“ aku sangat senang mendengarnya....” kata donghae mengacak-acak rambut kyuhyun
“ jadi, aku boleh ikut ?” tanya kyuhyun . donghae mengangguk.
“ bagus !!! setelah kau membohongi ayah tentang keberadaanmu di london, sekarang kau membohongi ayah tentang pameran lukisanmu itu. Ini benar-benar kelewatan !” ucap ayah siwon sambi bertolak pinggang di hadapan siwon.
“maaf ayah, karena hanya dengan cara itu aku bisa mewujudkan mimpiku” jawab siwon dengan tatapan tajam ke arahnya.
“ mimpi apa ??? kau itu seorang pengecut kecil, yang hanya bisa melakukan sesuatu dibelakang orang-orang terpenting dalam hidupmu. Kau tidak berani berterus terang !” teriak sang ayah emosi
“ bahkan ketika aku berhasilpun ayah tidak mau melihat aku, tidak mau mengerti bagaimana aku. Aku ini anakmu ayah. Tidak ada mimpi yang bisa dipaksakan !!!! bagaiman bisa aku meraih mimpi yang bukan cita-citaku... itu lucu. Seharusnya ayah menghargaiku. Meskipun aku nakal, dan melakukan semua hal ini secara diam-diam, tapi aku punya hasil yang memuaskan. Hasil yang bisa membanggakan ayah dan ibu !!! SEHARUSNYA AYAH MENGERTI ITU !!!!” siwon mulai emosi. Beberapa detik kemudian sang ayah tertawa dan bertepuk tangan, menghampiri siwon dan memukul kepala anaknya dengan plean
“ ayah tau nak, ayah salah ... tidak seharusnya ayah melarangmu untuk menjadi seorang pelukis. Padahal disanalah bakatmu. Ayah baru sadar, ketika ayah bekerja .... banyak para bisnin ayah yang mengucapkan selamat dan membanggakan namamu. Awalnya aku terkejut, tapi aku tau .... choi siwon, anak nakal ayah .... telah mewujudkan mimpinya dengan caranya sendiri” tutur sang ayah memeluk siwon. Siwon tersenyum
“ ayah kau tidak marah padaku lagi, kau mendukungku ?” tanya siwon
“ tentu saja ... kejar mimpimu sampai kau bisa sehebat mungkin !!!” ucap sang ayah tersenyum.
“ kamsahamnida ...” ucap siwon hormat
Setelah mendapat persetujuan dari sang ayah, siwon pergi untuk memberi tau semua teman-temannya yang ada di galeri. Namun dipertengahan jalan, ia melihat sosok seseorang yang dikenalinya. Siwon terkejut ketika ingat siapa orang itu ....................
“ lee dong hae. Cho kyu hyun ....” panggil siwon
(donghae dan kyuhyun menoleh. Keduanya terkejut)
“ siwon hyung ...” ucap kyuhyun tersenyum. Tidak untuk donghae, mengingat kejadian tempo lalu dimana siwon bertingkah sombong dihadapannya membuatnya enggan untuk bertemu dengannya.
“ hyung ... ini siwon hyung” kata kyuhyun menarik-narik tangan donghae
“ dia tau ini aku kyu ...” kata siwon kemudian
“ kau masih marah padaku mengenai tempo lalu ?” tanya siwon lagi. Kyuhyun hanya diam tidak mengerti..
“ aku fikir aku lupa padaku. Bukankah orang sepertiku tidak pantas bicara denganmu” donghae menjawab
“ aku minta maaf atas kejadian waktu itu ....”
“ semudah itu ?”
“ baiklah ... apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku ?” tanya siwon pada donghae
“ hanya berubah menjadi siwon yang aku kenal” jawab donghae kemudian tersenyum. Siwon ikut tersenyum lega karena akhirnya donghae hanya mengagetkannya.
“ oke !!!!” kata siwon tegas.
“ tapi bagaimana kalian bisa bertemu ?” tanya siwon
“ kita memang sudah beberapa kali bertemu hyung” jawab kyuhyun
“ lalu kalian mau kemana ?” tanya siwon lagi
“ kita ingin ke rumah sakit, ingin menjenguk ayah donghae hyung yang baru saja dipindahkan ke rumah sakit” kyuhyun lagi menjawab
“ boleh aku ikut “ pinta siwon hati-hati
“ ah,,, aku sungguh free hari ini, jadi tidak ada salahnya jika aku menjenguk orangtua sahabatku kan” siwon tersenyum
“ baiklah .......... baiklah ... kita pergi sama-sama” jawab donghae. Ketiganyapun pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayah donghae.
_Rumah Sakit_
Eunhyuk duduk disudut tempat tidur dimana Lee teuk berbaring. Sudut matanya merah menahan tangis. Tangannya menggenggam tangan dingin teuki yang tergeletak lemah tak berdaya. Teuki hanya tersenyum pucat pasi melihat hyuki menangis.
“ tidak perlu menangis, ini adalah takdirku ... mimpiku adalah,,,, aku berharap bisa hidup lebih lama lagi ....” kata teuki pelan bahkan hampir seperti bisikan
“ hyung ... aku tidak bisa menolong apa-apa untukmu. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Terus berada disisi sahabatku, dan berdoa juga memberimu semangat. Tidak lebih” ucap hyuki
“ itu sudah lebih dari cukup” jawab teuki singkat
“ bertahun tahun aku menunggu ginjal yang cocok untukku, tapi semakin aku menunggunya, semakin jauh aku bermimpi. Itu mustahil ! sampai detik ini, dokter masih terus berusaha mencari pendonor ginjal yang cocok untukku”
“ aku yakin hyung, kau pasti menemukannya !” hyuki memberi semangat.
Hyuki berdiri dari bangkunya dan meminta izin untuk keluar mengambil minum. Teuki hanya mengangguk mengerti sebenarnya apa yang ingin dilakukan hyuki. Hyuki keluar dari kamar rawat teuki dan bersandar di tembok, menangis sejadi-jadinya. Mengingat teuki yang dulu berada di london tidak selemah ini, membuat hyuki benar-benar tidak habis memikirkannya.
Dari lorong berjalan siwon, kyuhyun dan donghae untuk menjenguk ayah donghae yang juga dirawat dirumah sakit yang ternyata sama dengan teuki. Ketika ketiganya berjalan. Kyuhyun mengeryitkan keningnya melihat seseorang yang menangis.
“ hyung tunggu ....” panggil kyuhyun pada siwon dan donghae. Ketiganya berhenti tepat didepan laki-laki yang menangis berjongkok menutupi wajahnya.
“ dia ... seperti lee hyuk jae” kata siwon menebak
“ ya tuhan .... EUNHYUKIEEE ...” donghae memanggil sambil berjongkok melihat hyuki. Hyuki mendongak, betapa terkejutnya dia melihat ketiga sahabatnya ada dihadapannya saat itu. Donghae membantu hyuki untuk bangun.
“ kenapa kau ada disini ? seseorang sakit ?” tanya donghae. Hyuki menggeleng
“ kalian sendiri, kenapa kalian semua da disini ?” tanya hyuki balik
“ ayahku dirawat disini ...” jawab donghae
“ ayah ? ayahmu sakit ?”
“ ya ... sudah lama,,,, jantungnya lemah” jawab donghae tegar
“ kau sendiri hyung ... siapa yang sakit ?” tanya kyuhyun
“ jika boleh, aku ikut menjenguk ayahmu donghae ... setelah itu aku baru akan menceritakan dan mengajakmu menjenguk seseorang” pinta hyuki. Donghae mengangguk menyetujui.
Setelah keluar dari kamar ayah donghae. Eunhyuk menceritakan perihal siapa yang sebenarnya dikunjunginya di rumah sakit, dan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak hanya donghae, siwon dan kyuhyunpun terkejut ketika tau bahwa lee teuklah yang terbaring dirumah sakit ini.
Keempat sahabat itu memasuki kamar rawat teuki. Ketiganya terkejut melihat teuki terbaring lemah disana. Teuki mendongak ketika mendengar langkah kaki memasuki ruangannya. Ia terkejut melihat semua sahabatnya berdiri disana.
“ kalian ........” ucap teuki
“ hyungggggggggggggg .....................” panggil donghae, kyuhyun dan siwon melangkah memeluk teuki. Kini teuki tidak dapat lagi menahan tangisnya.
“aku senang melihat kalian semua lagi disini ...” kata teuki setelah melepaskan pelukan ketiga sahabatnya itu.
Donghae menceritakan keadaan ayahnya yang berada dirumah sakit yang sama. Juga menceritakan bahwa ia telah menjadi photographer. Kyuhyun menceritakan tentang bagaimana ia melewati audisi dan memenangkan perlombaan itu hingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang penyanyi. Begitu juga dengan siwon yang penuh dengan keseriusan ketika menceritakan tentang perdebatannya dengan sang ayah ketika ia telah mencapai sukses. Tak kalah hyukipun bercerita hal yang sama tentang diterimanya karya tulisnya itu.
“ sekarang tinggal menunggu mimpimu hyung ,,,, pasti akan datang secepat mungkin !” kata siwon tersenyum. Dibalas dengan anggukan sahabat-sahabatnya.
***
_Seminggu Kemudian (Rumah Sakit)_
Donghae bersembunyi di sudut ruangan enggan bertemu dengan siapapun. Kepalanya sakit mengingat perjuangannya selama ini. Bukan hal seperti ini yang diinginkannya, bukan situasi seperti ini yang dibutuhkannya. Donghae menangis mengumpat seperti anak kecil kehilangan kedua orangtuanya. Ya ... donghae juga kehilangan, kehilangan ayah yang sangat dicintainya dan dijaga selama ini. Mungkin terlambat. Sang ayah sudah terlalu lama bertahan dengan rasa sakitnya, sehingga ketika donghae mulai mampu membawanya pada kesembuhan sang ayah, semuanya sudah terlambat.
Kyuhyun melangkah masuk dan mendekati donghae yang menangis di sudut kamar rawat sang ayah. Memeluk lututnya yang dilipatnya dan menundukan wajahnya yang berlumuran air mata. Kyuhyun mengusap rambut donghae penuh kasih sayang. Ia dapat merasakan apa yang dirasakan donghae. Perjuangan yang dilakukannya selama ini untuk sang ayah seperti tidak ada hasil yang dapat dipetik sama sekali.
“ hyung, semua ada waktunya. Semua ada takdirnya” ucap kyuhyun masih terus membelai rambut pendek donghae
“ ayahmu pergi tidak meninggalkanmu. Dia masih ada didalam hatimu. Selamanya. Jika kau seperti ini, ayah akan sedih” lanjut kyuhyun
“ aku terlalu lambat mengejar semuanya. Dan semua terlambat sia-sia begitu saja” kata donghae bicara melawan air matanya.
“ ssttt.... tidak hyung, yang terpenting kau telah berusaha. Dan kau telah melakukan semua itu untuk dirimu. Ini jauh lebih baik, setidaknya ... ayah sudah tau kau berhasil” ucap kyuhyun sabar. Mendengar ucapan kyuhyun donghae mendongak. Dan memeluk kyuhyun, seakan apa yang diucapkan sahabatnya itu benar.
Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa di saat-saat seperti ini. Yang ia inginkan adalah melihat donghae kembali seperti donghae yang ia kenal. Penuh semangat dan pantang menyerah. Pelukan erat donghae seperti memintanya agar kyuhyun tidak melepaskannya dan tetapa berada disisinya hingga donghae setenang mungkin. Di ambang pintu, tampak siwon, hyuki dan teuki memperhatikan. Ketiganya menangis ....
Teuki tidak tau harus membalas apa untuk donghae. Dia juga sungguh ingin memeluk donghae seperti apa yang dilakukan kyuhyun. Tapi untuk saat ini, tampaknya hanya kyuhyun yang mampu menenangkan emosi dan labilnya. Tapi, teuki berjanji ... jika dongkae kembali pulih. Ia sungguh akan mengucapkan terima kasih untuk apa yang diberikan donghae.
***
_3 Hari Kemudian (Restaurant paman Teuki)_
Begitu banyak orang-orang yang makan direstaurant ini. Selain tempatnya terjangkau, harganyapun murah dan tidak terlalu mahal.
Disudut ruangan terlihat teuki cs sedang sibuk berkumpul dan bicara tentang hal ini dan itu. Mengingat lagi masa-masa ketika mereka berada di london, masa-masa ketika mereka mencapai dan berusaha mewujudkan mimpi mereka. Itu adalah hal yang paling indah.
“ donghae ...” ucap teuki ditengah pembicaraan.
“ ne ...”
“ terima kasih, aku tidak tau bagaimana caraku membalas semua kebaikanmu. Karena aku sadar, dibayar dengan apapun tetap tidak mencukupi apa yang telah kau berikan padaku”
“ teuki hyung ... aku melakukan ini karena aku menyanyangimu. Dan aku juga tidak sembarangan mengambil sebuah keputusan. Hanya saja, ini sebuah keajaiban .... mungkin tuhan telah mengatur jalan seperti ini” kata donghae bijak
“ tapi ... jika ada satu permintaan yang kau inginkan dariku. Aku akan berusaha mengabulkannya untumu ...” kata teuki tegas
“ hyung,,, makan gratis selama sebulan” ucap kyuhyun
“ jangan ... bagaimana jika,,,, setiap hasil dari restaurant ini dibagi dua” hyuki ikut-ikutan
“ lebih baik makan gratis seperti apa yang dikatakan kyuhyun” siwon angkat bicara
Teuki tersenyum, begitu juga dengan donghae. Donghae mengambil menu makanan dan memukul ketiga sahabatnya. Matanya langsung beralih ke teuki yang masih menunggu jawaban dari donghae.
“ kalau kau ingin membalas budi padaku ... aku hanya minta satu” kata donghae
“ makan gratis” kyuhyun berbisik
“ makan grtisss hae” siwon menimpali
“ makan gratissssssssss ...” hyuki ikut-ikutan
“ DIAM !!!!” teriak donghae.
“ hanya satu ..... TOLONG JAGA GINJAL AYAHKU BAIK-BAIK HYUNG!!!!” kata donghae melanjutkan. Teuki tersenyum. Betapa baik sosok laki-laki dihadapannya.
” ya ... aku pikir makan gratisssssssssss” ucap ketiga sahabatnya ...
Semuanya tertawa. Kyuhyun kini telah menjadi seorang penyanyi terkenal, donghae telah menjadi seorang photographer hebat, siwon kini menjadi seorang pelukis ternama, hyuki pun telah menjadi penulis yang banyak dicari-cari para penggemarnya. Dan lee teuk ... sekalipun mimpinya telah terwujud, tapi dia harus masih terus berusaha menjaga ginjal yang diberikan oleh ayah donghae untuknya.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar