Tittle : Remember
Pairing : kyuhae
Rating : PG
Summary : donghae dan kyuhyun adalah mengingat segalanya tentang mereka !!!
Donghae ingat waktu pertama bertemu dengan seorang Kyuhyun. Kyuhyun mungkin berumur tujuh belas tahun pada waktu itu. Donghae bertemu dengannya pada hari pertama, dan kyuhyun terlihat begitu canggung. Walaupun dia dua tahun lebih muda dari Donghae, tetapi dia memiliki postur tubuh yang cukup tinggi. Donghae masih bisa melihat rasa sakit dan ketakutan di matanya, rasa kesepian karena jauh dari orang tua dan juga belum cukup pintar dalam bergaul.
Jadi, ketika donghae diminta untuk menjaga Kyuhyun dan memastikan ia berada di jalan yang benar, Donghae berjanji untuk tidak membiarkan kyuhyun merasa kesepian dan ketakutan lagi.
"aku berjanji akan menjaganya, melindunginya. Aku tidak akan membiarkan dia kesepian disini seperti aku " ucap donghae tegas.
***
Kyuhyun dan donghae selalu bersama-sama semenjak donghae diputuskan untuk menjaga dan membawa kyuhyun ke jalan yang benar. Jika Donghae pergi praktek, Kyuhyun akan bergabung bersamanya seperti seorang anak yang mengikuti ayahnya pergi kemanapun. Mereka menghabiskan waktu bersama di ruang praktek, mengajari satu sama lain teknik menyanyi dan menghafal suara,bernyanyi satu sama lain. Donghae menyadari bahwa Kyuhyun jelas profesional . kyuhyun mempunyai suara yang luar biasa bagus, mendengar kyuhyun bernyanyi membuat donghae menangis, bahkan meskipun dia hanya menyanyi A Whole New World. Ini adalah jenis suara yang tidak pernah donghae dengar sebelumnya. Bagi donghae suara kyuhyun adalah jenis suara yang kuat, namun lembut, dan sangat menenangkan, Jenis suara seperti lagu pengantar tidur.
Donghae ingat pertama kali ia melihat Kyuhyun menangis.
Saat itui, Kyuhyun terlihat basah kuyup karena hujan yang turun pagi hari. Dia hanya berdiri seperti patung dan tidak bergerak sama sekali. Kepalanya tertunduk, rambutnya tergantung di wajahnya, menghalangi pandangan matanya. Tubuhnya bergetar dan menggigil. Donghae menunggu beberapa menit sebelum berbicara, khawatir jika ia berbicara, hanya akan memperburuk keadaan.
"Kyuhyun ...?" itu nyaris menyerupai bisikan
"Apa yang salah?" ucap kyuhyun gemetar
"Aku bernyanyi untuk ayah ku untuk pertama kalinya hari ini" Kata-kata yang keluar dari mulut kyuhyun seolah-olah itu sebuah lelucon. Donghae tidak tahu apa artinya ini, maka ia tersenyum.
"Itu bagus" kata donghae hati-hati.
"Yeah, bagus," Kyuhyun tersenyum sambil menatap Donghae. matanya berkaca-kaca, Napasnya bergetar saat dia menghela napas.
"Dia tertawa padaku, dan berkata, *kau memalukan, Kyuhyun! Ayah menghabiskan begitu banyak uang untukmu, mengirimkan mu ke sekolah terbaik di Seoul, berharap kau akan menjadi pendidik, atau dokter.BUKAN SEORANG PENYANYI !!! *" Air mata jatuh di wajah kyuhyun, seluruh tubuhnya gemetar. Donghae's mencari kata-kata untuk mengatakan sesuatu agar bisa membuat kyuhyun tenang, tetapi gagal, dia tidak menemukan kata-kata yang baik.
" aku hanya ingin membuat ayahku bangga. Itu saja. Itu saja yang aku inginkan " tegas kyuhyun pada donghae disampingnya
"Kyuhyun-" panggil donghae pelan
"apa aku telah gagal?" tanya kyuhyun pada dirinya sendiri. Donghae berdiri disampingnya, tak berdaya, tidak ada kata-kata untuk bisa menghiburnya. Melihat Kyuhyun menangis adalah salah satu hal yang paling mengerikan yang pernah dilihat Donghae. Donghae berusaha melakukan sesuatu. Berdiri disampingnya lebih dekat dan merangkulnya secara perlahan, dan mengusap-usap bahu kyuhyun, mengatakan secara perlahan-perlahan sesuatu yang bisa menenangkan kyuhyun. Hanya itu yang bisa donghae lakukan.
“ kau tidak gagal kyuhyun !!!” berkali-kali donghae mengucapkan kata-kata itu. Mungkin memang tidak membuat kyuhyun berhenti menangis, tapi malah membuatnya menjadi tangis yang lebih keras. Tapi memang hanya itu yang bisa diucapkannya. Donghae berharap kyuhyun akan sedikit memiliki semangat untuk hari itu.
***
Kyuhyun ingat saat-saat dimana donghae berulang tahun
kyuhyun gelisah, ini adalah pertama kalinya ia memimpin paduan suara di gereja dan selama audisi untuk SM, dan bahkan pengalaman-pengalaman mengerikan itu relatif tidak berbahaya. Tapi kyuhyun adalah kyuhyun, sekalipun dia memiliki suara yang luar biasa bagus, namun ketidak percayaan dirinya dan rasa takutnya membuatnya semakin gelisah dan gugup. Tapi tiba-tiba donghae muncul bersama beberapa anggota superjunior yang belum begitu dikenalinya. Donghae tidak melakukan apa-apa, bahkan dia tidak berlari memeluk kyuhyun atau menenangkannya seperti ketika kyuhyun menangis waktu itu. Donghae hanya tersenyum untuk kyuhyun. Hanya tersenyum. Tapi senyuman yang selalu diartikan kyuhyun sebagai kekuatannya itu mampu membuat rasa percaya dirinya tumbuh, dan rasa gugupnya hilang.
Hari ini adalah hari untuk donghae, itu fikir kyuhyun
Setelah selesai acara. Kyuhyun membawa donghae untuk keluar dimalam hari. Mengajaknya untuk berjalan-jalan, makan disebuah restoran, dan menghabiskan waktu bersama-sama.
“ aku butuh hadiah” kata donghae polos. Kyuhyun tersenyum.
“ kau ingin apa” tanya kyuhyun
“ ingin pulang kerumah bertemu dengan ayah dan ibuku” ucap donghae datar
Kyuhyun tau donghae pasti merindukan kedua orangtuanya. Kyuhyun berfikir untuk melakukan sesuatu, membuat malam menjadi indah untuk donghae.
“ aku tidak mungkin membawamu pulang. Tapi aku punya sesuatu untukmu” kata kyuhyun menarik tangan donghae membawanya ke suatu tempat.
Donghae terkejut dengan apa yang dilakukan kyuhyun. Saat ini pukul 9 malam. Keduanya tengah berada di atas N seoul tower. Meskipun awalnya donghae tidak mengerti tapi setelah kyuhyun menjelaskannya akhirnya ia mengerti. Dan pada malam ulang tahun donghae, keduanya menghabiskan waktu dengan bercerita tentang pribadi masing-masing, bernyanyi-nyanyi sambil memakan makanan dan minuman kecil.
***
Kyuhyun ingat ketika donghae sakit
Donghae sakit flu satu minggu ini. Dia ingat saat itu Ryeowook memberikan kaldu ayam dan teh hangat untuk donghae. Kyuhyun, akhirnya resmi menjadi anggota superjunior setelah melakukan praktik yang cukup lama. Dia juga resmi menjadi seorang magnae di superjunior.
"aku sungguh merasa seperti orang mati," kata Donghae tertidur disofa, terbungkus dalam selimut dan mencengkeram semangkuk sup. Kyuhyun membuat dirinya nyaman di samping donghae dan memutuskan untuk menonton televisi.
"kau tidak tidur hyung?" tanya kyuhyun sambil mengganti-ganti cenel televisi
"Aku tidak bisa tidur," kata Donghae, berusaha menyesap kaldu dan akhirnya tumpah di selimut. Dia mengutuk dirinya sendiri karena dia sakit dan mencoba untuk membereskannya sampai Kyuhyun mengambil mangkuk itu dari donghae dan membantunya untuk membereskan. Kibum membawakan sup baru untuk donghae, kyuhyun dengan sukarela menyuapi donghae untuk makan.
Setelah memberinya makan . Kyuhyun membantu donghae untuk pindah ke tempat tidur dalam upaya untuk membantu dia beristirahat.
"Tinggallah bersamaku," perintah Donghae ketika Kyuhyun meninggalkan ruangan.
"kenapa? kenapa aku harus melihatmu tidur?"
"Karena aku tidak ingin kesepian” jawab donghae polos. Kyuhyun tidak bisa menolak dan tersenyum, dia hanya mengangguk.
“ aku akan menemanimu sampai kau tertidur hyung” kata kyuhyun kemudian.
***
Kyuhyun ingat 8 Agustus 2006 sangat jelas, meskipun hari yang sebenernya lebih baik untuk lupa
Semua anggota superjunior baru-baru ini mendapat gaji pertama mereka, gaji mereka benar-benar bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Siwon, telah menyumbangkan seluruh gaji ke gereja sementara Sungmin pergi keluar dan membeli segala sesuatuberwarna merah muda. Kebanyakan dari mereka punya rencana untuk menggunakan gaji pertama mereka untuk membeli sesuatu yang mereka suka.
Tapi Donghae berbeda. Kyuhyun ingat ketika ia berjalan ke kamar donghae dan melihat Donghae duduk di tempat tidurnya, menatap gajinya dengan senyum tolol di wajahnya yang membuat Kyuhyun ingin memukulnya karena terlalu manis
"kenapa tersenyum?" Tanya Kyuhyun
"Aku akan membawa pulang ini," Donghae menyeringai melihat gaji pertamanya
"Keluarga ku lebih membutuhkan ini ... rumah sakit sekarang ini benar-benar mahal." Tutur donghae. Kyuhyun mengangguk, tidak mengerti bagian tagihan medis tapi pikir hal itu tidak benar-benar penting.
Dan kemudian telepon donghae berdering; sedikit melodi sederhana yang menggema di seluruh ruangan. Kyuhyun mengeluarkan Nintendo DS-nya disaku celananya, berfikir dia bisa membuang-buang waktu bermain games sementara diam-diam menguping percakapan.
"hyung!" Donghae menangis ketika ia mengangkat telepon. "sudah lama aku tidak mendengar suaramu donghwa hyung, bagaimana ... apa? Tidak, tidak ada yang meneleponku .Mengapa? Apa yang terjadi.?"
Kyuhyun mendongak melihat donghae, kini ia tidak perduli lagi dengan gamesnya. dia tahu ada sesuatu yang terjadi.
"Apakah semuanya sudah diatur?" suara donghae gemetar dan
"Oke. Yeah, aku akan ke sana sesegera mungkin aku akan naik kereta malam ini.. Yeah. Selamat tinggal." Donghae menutup telepon, jari-jarinya meluncur di atas permukaan plastik mengkilap dan bahunya mulai bergetar hebat.
"Donghae hyung," Kyuhyun menatap donghae khawatir, membiarkan DS-nya jatuh ke lantai
"Apa yang terjadi? Apa yang salah?" Kyuhyun mendekati donghae dan merangkulnya dan berusaha menatap tepat di mata, tapi Donghae tidak membalas tatapan kyuhyun, dia menatap kelangit-langit kamar.
"kau harus bicara denganku hyung, apa yang terjadi?."
Donghae mengambil napas tajam, dan tiba-tiba air mata tumpah di wajahnya seperti sebuah keran. Dia menatap Kyuhyun dan cegukan, bibir bawahnya bergetar saat ia terisak.
"Ayah ku meninggal pagi ini," jawab donghae, suaranya gemetar di luar kendalinya.
"Aku akan menggunakan gaji ku untuk membantu membayar tagihan rumah sakit, itu mungkin. Tapi Akhirnya hanya akan membayar untuk pemakaman, bukan." Donghae Menangis menjadi-jadi.
Kyuhyun menariknya dekat dengan dirinya, membiarkan air mata donghae membasahi kemejanya. Kyuhyun ikut menangis melihat donghae tidak menghentikan tangisnya. Kyuhyun tidak tau harus mengatakan apa. 1000 kata terbaikpun tidak akan mengembalikan seorang figur ayah yang sangat disayangi donghae. Kyuhyun hanya mampu merangkul dan memeluknya, menangis bersama-sama.
Kyuhyun, Heechul , dan eunhyuk pergi mengantar donghae ke station kereta api, memastikan dia aman naik kereta ke Mokpo. Heechul memesan tiket untuk donghae sementara Kyuhyun dan Eunhyuk duduk bersama donghae menunggu, keduanya berusaha membujuk donghae untuk makan sesuatu, tapi ia tidak nafsu makan. Dia tahu bahwa jika ia makan sesuatu, akan muntahan dalam beberapa menit, jadi apa gunanya?
Ketika mereka sampai di platform, Eunhyuk dan Heechul mengucapkan selamat tinggal dan mereka kembali ke parkiran mobil, meninggalkan Kyuhyun dan Donghae sendirian. Kyuhyun ingat Donghae meraih tangannya dan tersenyum padanya.
"Terima kasih," Donghae berbisik, getar dalam suaranya masih terdengar. Kyuhyun tersenyum.
"Aku akan menghubungimu setelah kau sampai dirumah hyung," kata kyuhyun, mengambil salah satu tangannya dan mengacak rambut Donghae's.
"Tetap kuat, hyung." Ia membungkuk ke depan dan hati-hati memeluk Donghae, tidak tahu apakah ini terbayang segala macam batas, tapi sepertinya baik-baik saja, karena Donghae hanya tersenyum sedikit lebih lebar. Dia melepaskan tangan Kyuhyun dan menghela napas berat sebelum mengangkat tasnya dan naik kereta api, meninggalkan Kyuhyun sendiri.
kyuhyun ingat, sehari setelah donghae pulang ke mokpo. Dia menangis diam-diam karena donghae.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar