Senin, 15 November 2010

The 2nd Time Meet You Again 2/3

part 2





Donghae berlari secepatnya menuju taman kota. Jikyu pasti sudah menunggu disana. Benar. Setelah sampai di taman kota donghae melihat jikyu duduk disalah satu bangku menunggunya. Tanpa berfikir panjang, donghae langsung menghampirinya.

“ apa aku telat ?” tanya donghae ketika ia sampai dan duduk disamping jikyu. Jikyu menoleh ke arah donghae dan tersenyum
“ tidak ... untuk ukuran seseorang sepertimu yang dilarang keluar rumah adalah sangat cepat” kata jikyu
“ bagaimana bisa sampi disini. aku tidak percaya jika eunhyuk dan sungmin mengizinkanmu keluar sendirian ?” tanya jikyu penasaran
“ aku diam-diam pergi kesini” jawab donghae singkat
Untuk beberapa saat keduanya saling diam. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Bagi donghae, bertemu dengan seorang jikyu yang baru dikenalnya adalah suatu yang sangat baik. Tapi bagi jikyu, bertemu dengan seorang donghae yang pernah menempatkan tempat terbaik dihatinya membuatnya bimbang saat ini.
“ jikyu ...jikyu ...jikyu ...,,, kenapa kau memintaku datang ?” tanya donghae dengan nada kekanakan. Kyuhyun tersenyum. Matanya fokus kedepan.
“ sebenarnya namaku bukan jikyu, itu hanya nama samaran untuk menutupi jati diriku yang sesungguhnya” ucap jikyu tanpa melihat ke arah donghae
“ nama samaran ? lalu siapa nama aslimu ?” tanya donghae
“ CHO KYU HYUN !!!!” jawab kyuhyun sengaja menekankan namanya, berharap donghae ingat dengan nama itu.
“ wuahhh,,, kyuhyun. Nama yang bagus” kata donghae
“ benarkah ... nama itu bagus ? tapi seseorang melupakan nama sebagus itu” kata kyuhyun masih fokus ke depan. Donghae hanya tersenyum.
“ lalu, kenapa kau menyuruhku untuk datang cho kyu hyun ???” tanya donghae kedua kalinya. Kyuhyun menatap donghae tersenyum
“ ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu” jawab kyuhyun sambil menarik tangan donghae untuk mengikutinya.



Mereka berlari dan berlari sampai mereka berdua terengah-engah mencari udara tapi Kyuhyun hanya memungkinkan mereka beristirahat sedetik sebelum penuh semangat berlari ke sebuah toko. Tanpa mengucapkan satu kata, Kyuhyun meraih sebuah keranjang belanja dan mulai memilih makanan ringan.

(Donghae berhenti bergerak, Kyuhyun berhenti, menaikkan alisnya),

"Ayolah, jangan hanya berdiri di sana! Apa kau tidak lapar hyung? "

Akhirnya donghae memahami mengapa kyuhyun membawanya ke sebuah toko, Donghae segera mengambil snack favoritnya ke dalam keranjang sebelum menuju ke bagian minuman. Setelah selesai, Donghae mencoba untuk membayar tapi Kyuhyun tak mengizinkannya sehingga kyuhyunlah yang membayar semua makanan itu.

"Apa yang kita lakukan sekarang?" Donghae bertanya penuh rasa ingin tahu, kepalanya tip sedikit ke samping.

 "Makanlah, Aku lapar "jawaban Kyuhyun! Sebelum meraih tas Donghae dan berjalan pergi,
" Ayo, hyung! Jangan hanya berdiri di sana! "

mereka beristirahat lagi setelah membeli begitu banyak snack dan minuman di toko. Kyuhyun duduk disebuah bangku yang telah dipilihnya di salah satu taman. Dan menyuruh donghae untuk duduk disampingnya juga. Hari sudah mulai gelap. Suasana ditamanpun sepi, hanya sedikit orang yang berada disana.

“ ini makanan favouriteku kyu. Snack dengan bentuk ikan” ucap donghae memberikan sebuah snack pada kyuhyun agar kyuhyun mencobanya. Kyuhyun mengambilnya dengan tersenyum dan mencoba memakannya dengan hati-hati.
“ ini lumayan” ucap kyuhyun setelah mencobanya
“ kau tau kyuhyun .... nama panggilanku fishy” kata donghae tersenyum polos. Kyuhyun hanya tersenyum. Mana mungkin kyuhyun lupa, sesuatu yang selalu diingatkannya ketika mereka masih bersama-sama.
 "Bukankah kanibalisme bagi mu hyung untuk makan itu? Kau seperti memakan dirimu sendiri"komentar Kyuhyun sambil melirik ke arah lain.
“ mereka merelakan diri mereka untuk aku” kata donghae gembira sambil memasukan semua makanan ke dalam mulutnya seperti anak kecil. Kyuhyun hanya diam, matanya tajam melihat kedepan.
"Apakah kau tidak akan bertanya siapa aku? Saat ini kau pergi dengan orang asing yang baru kau kenal bukan. Tempat ini terlalu sepi, bahkan jika kau berteriak tidak akan ada orang yang mendengarmu” kyuhyun tersenyum kecut
"Aku tidak khawatir. Aku tahu siapa dirimu. Namamu adalah kyuhyun. Kau lebih muda dariku. Kau adalah orang yang membuatku diam-diam keluar dari rumah meskipun aku tau bagaimana akibatnya. Aku hanya merasa sangat nyaman berada didekatmu” kata donghae malu-malu. Kyuhyun menatapnya serius. Ia berusaha setenang mungkin memulai bertanya.
“ kemana saja kau menghilang ?” tanya kyuhyun serius
“ kau tau tentang hal itu” tanya donghae balik
“ aku fikir banyak orang yang tau tentang hal itu. Tapi tak ada satupun yang tau bahwa dirimulah orangnya” jawab kyuhyun
“ aku di kanada selama 2 tahun. Eunhyuk dan yang lainnya sengaja membawaku ke sana agar aku bisa bersembunyi dari orang-orang yang ingin membunuhku. Aku sangat kecewa karena aku hilang ingatan, aku benar-benar sungguh tidak tau apa-apa” ucap donghae berusaha tenang
“ kau takut ?” tanya kyuhyun lagi. Matanya menatap donghae tajam
“ kyuhyun. Aku berfikir siapapun orangnya pasti akan merasa takut menghadapi hal seperti ini. Aku lebih baik sadar, karena aku tau aku dalam kondisi berbahaya. Tapi ingatanku hilang. Aku seperti terlahir kembali ke dunia kedua. Tapi setelah aku terlahir, hanya kematian yang menyelimuti kehidupanku. Itu sungguh menakutkan setiap kali aku memikirkannya” tutur donghae
(kyuhyun kini melihat donghae dan memperhatikannya dengan pandangan sedih)
“kau merasa kasihan padaku sekarang, bukan? Kau kasihan padaku, "tanya Donghae menyindir
"Tidak !!! Aku iri padamu, "Kyuhyun kembali menyindir.

"Kenapa?"

"kau bisa tetap tenang dan polos seperti ini, tidak terganggu oleh pengalaman menyakitkan di masa lalu. Aku suka melihat kau tersenyum dan bahagia. Biarkan masa lalu menghilang. Hanya tinggal menunggu Harapan untuk masa depan dan bertahan saat ini " kyuhyun seperti menanggung beban berat dipundaknya ketika ia berkata
“ AKU BENAR-BENAR INGIN MELUPAKAN MASA LALU” kata kyuhyun lagi
"Kenapa kau ingin melupakan masa lalu" Donghae bertanya serius
"Banyak hal yang harus dilupakan” kyuhyun menjawab singkat
"Tapi aku ingin mengingat," Donghae merenungkan sesuatu sebelum melanjutkan berbicara,
"Aku akan selalu ingat malam ini (dia melihat jam tangannya) di 10:45 (dia melihat ke atas) di bawah langit dan jutaan bintang (ia menatap langsung ke mata kyuhyun) aku makan snack favorit ku dengan kyuhyun"
Kyuhyun tidak bisa memungkiri hatinya begitu senang mendengar ucapan donghae. Ia ingin sekali memeluk donghae saat itu, namun tidak mungkin. Ia hanya harus menahan keinginanya itu. Kyuhyun tiba-tiba berdiri.
“ aku akan menunjukan sesuatu lebih menarik dari ini” kata kyuhyun. Lagi-lagi menarik tangan donghae untuk mengikutinya.



“ mengapa kita disini ? apa yang akan kita lakukan disini ?” tanya donghae panik
Kyuhyun ternyata membawanya ke sebuah rumah besar dengan. Namun rumah sebesar ini seperti tidak ada penghuninya. Begitu sepi. Kyuhyun melangkah masuk dan menarik donghae untuk masuk kedalam. Entah kenapa, donghae tiba-tiba merasa begitu ketakutan dan panik. Donghae hanya mengikuti kyuhyun berjalan perlahan-lahan dibelakangnya. Sampai akhirnya mereka berhenti di suatu ruangan.
“ ini adalah kamar favourite-ku,,, aku selalu berdiam diri disini. dan aku selalu datang ke sini jika aku ingin mengingat seseorang” kata kyuhyun bangga
“ jadi .............. ini rumahmu” donghae terkejut. Kyuhyun hanya tersenyum
“ tapi kenapa begitu sepi ?” tanya donghae
“ kedua orangtuaku telah meninggal. Aku tinggal sendiri di sini” kata kyuhyun menjelaskan dengan singkat
Kyuhyun berjalan melangkah menghampiri sebuah piano yang sudah sangat ia kenali. Bertahun-tahun hanya piano itulah yang menemani kesendiriannya. Kyuhyun duduk di bangku piano. Menatap ke arah donghae.
“ aku punya sebuah rahasia” kata kyuhyun tiba-tiba
“ apa ?” donghae penasaran
“ jika kita mengumpat dibawah piano ini, dia tidak akan menemukan atau menangkap kita” kata kyuhyun semangat. Donghae bingung dengan ucapan kyuhyun
“ siapa yang kau maksud ?”
“ kau tau ... ALIEN “ tanya kyuhyun berbisik
“ apa aliens,,,, kyuhyun kau sudah gila. Apa kau demam ?” donghae tidak percaya
“ ayolah hyung,,, aku bicara benar. Seseorang mengatakan itu padaku. Alien bisa menangkap kita dimanapun, kecuali jika kau bersembunyi di bawah piano” kata kyuhyun seakan meyakinkan
“ siapa yang kau bicarakan ?” tanya donghae penasaran
"Ingat tadi aku mengatakan bahwa aku akan datang ke ruangan ini setiap kali aku ingin mengingat seseorang? Seorang teman yang sangat dekat, teman terbaik, aku ... kami akan selalu datang ke sini dan dia menemaniku sejak orang tua ku meninggal. Suatu hari, dia menghilang. Aku menunggu dan menunggu tapi dia tidak pernah muncul lagi. "
“ jadi kau tidak tau apa yang terjadi padanya ?” tanya donghae dengan mata sedih. Menghampiri kyuhyun dan duduk disampingnya, merangkulnya penuh kehangatan
"aku akhirnya mendengar kabar tentang dirinya, setidaknya bahwa ia masih hidup, tapi hanya itu yang aku tahu. Dia kembali tapi aku rasa dia tidak mengingatku. Aku bertemu dengannya di suatu tempat, aku berfikir dia akan pergi untu memelukku .... tapi dia tidak mengenaliku. Kau tahu, aku ingin benar-benar marah padanya ... tapi, jujur, aku benar-benar senang melihat dia hidup. Jadi seperti seorang pengecut, aku hanya pergi.” Tutur kyuhyun sedih
Jadi itu saja. Donghae adalah pengganti untuk teman terbaik Kyuhyun.
Sebelum Donghae dapat berkata apa-apa, Kyuhyun menarik diri dari piano, "Ayo, aku haus. Mari kita pergi ke dapur. "
Kyuhyun berjalan pergi dan Donghae berlari kecil untuk mengejar ketinggalan. Begitu memasuki dapur , Kyuhyun menawarkan dia donghae sebuah botol air yang telah terbuka lalu donghae meminumnya.

"Apakah kau menyesal bertemu denganku" tanya kyuhyun hampir memohon
"Tidak -" jawab donghae , lalu kemudian secepat kilat ia terjatuh pingsan sebelum ia menyelesaikan ucapannya.

Kyuhyun meraih botol plastik dari tangan Donghae dan membuang sisa isinya ke bak cuci. Lalu kemudian kyuhyun menggendong donghae untuk dibawa ke kamarnya.
Memilih antara tinggal dan meninggalkan karena obat tersebut akan tetap berlaku sampai tengah malam besok, Kyuhyun memilih untuk tinggal setidaknya untuk sementara waktu dan duduk untuk mengamati diam-diam. Tanpa sadar, kyuhyunpun tersungkur lemas mengamati donghae. Dia sungguh benar-benar sakit menerima kenyataan seperti ini.

kyuhyun sudah menunggu begitu lama seseorang yang selama ini dicarinya. sekarang dia sangat takut. Padahal sesuatu yang dicarinya bertahun-tahun kini ada dihadapannya. Kapanpun kyuhyun ingin mewujudkan obsesinya, ia bisa melakukan itu secara mudah. Tapi kyuhyun hanya bisa diam dan tidak melakukan apa-apa.

***

Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Ini sudah pukul 03.30 pagi. Ia beranjak untuk menyegarkan tubuhnya ke kamar mandi. Setelah selesai, ia beranjak ke dapur untuk mencari sesuatu yang dapat dimakan. Kyuhyun melirik sedikit ke arah meja makan. Snack-snack yang dibeli kemarin sore dengan donghae masih banyak yang tersisa. Kyuhyun mengambilnya satu, menatap snack yang disebut donghae sebagai makanan kesukaannya. Tersenyum kecut sambil menaru kembali makanan ringan itu.

"Aku akan segera kembali, hyung” bisiknya dengan senyum lembut dan berjalan ke garasi. Sliding helm hitam di atas kepalanya, Kyuhyun naik ke sepeda motor hitam dan revs mesin sekali sebelum melaju cepat melalui pagi, jalan-jalan kosong dengan kabut dingin masih tergantung di udara.



Kyuhyun melangkah masuk ke sebuah apartement, tempat tinggalnya bersama dengan teuki dan yang lainnya. Suasana begitu sangat sepi. Kyuhyun berfikir semua orang dirumah masih tertidur.

“ kau kemana saja ?” tanya kibum yang ternyata sudah bangun. Kyuhyun sedikit terkejut menoleh ke arah kibum, ia melangkah ke sofa dan merebahkan tubuhnya. Kibum memberinya teh hangat dan duduk disampingnya
“ aku pulang kerumah” kata kyuhyun singkat
“ lagi .... sepertinya kau belum bisa melupakan masa lalumu” kibum menyindir
“ kau tidak merasakan apa yang aku rasakan. Tidak semudah membalikan telapak tangan untuk melupakan masa lalu. Masa lalu selalu membayangi hidupku” kata kyuhyun
“ sepertinya memang kita harus cepat menemukan target,,,, agar kau bisa hidup dengan tenang” kibum beranjak dari tempat duduknya, dan meraih notebook miliknya.
“ aku dengar seseorang pengikut ayahmu menemukannya” kibum melanjutkan. Kyuhyun tidak terkejut dengan apa yang dikatakan kibum. Kyuhyun tau, target yang selama ini dicarinya ada ditangannya. Kapanpun ia ingin membunuhnya, ia bisa lakukan itu.
“ baguslah,,,,” hanya kalimat itu yang diucapkan kyuhyun



sendinya merasa kaku saat ia menggeser tubuhnya lebih ke dalam bantal, berharap menemukan tempat yang lebih nyaman tapi tidak menemukan hal seperti itu. Donghae menggosok matanya lamban saat ia duduk dan mencoba mengusir kantuk menciptakan awan tebal di pikirannya. Lalu ia menyadari ini bukan tempat tidurnya atau rumahnya. Donghae Berdiri hati-hati mencari-cari seseorang berharap menemukan Kyuhyun dan dapat keluar dari tempat tersebut. Donghae tersenyum lega melihat kyuhyun berada didapur.

"Kau sudah bangun," tanya Kyuhyun, ekspresi wajahnya kosong.

"Ya, aku rasa aku pasti benar-benar lelah dan tertidur tanpa menyadarinya. Maaf merepotkanmu. Tapi, berapa lama aku tidur ....” tanya donghae malu-malu
"Jangan khawatir, itu bukan kesalahanmu hyung. Aku membius air minummu kemarin malam sehingga kau akan tetap tidak sadar sampai sekarang. Adapun waktu, kemarin kita datang ke sini pada sekitar 2 pagi dan sekarang sudah hampir tengah malam sehingga kau sudah tidur selama 22 jam "kyuhyun menjelaskan dengan perasaan kosong.
Donghae menggeleng berulang kali saat ia mencoba untuk memahami bagaimana situasi telah berubah sejak terakhir kali ia bangun tapi tidak masuk akal.
"Kenapa?" tanya donghae bingung
"karena kau adalah orang yang dicari-cari oleh sekelompok pengikut seorang pengusaha besar yang tewas karena sebuah kecelakaan. Seseorang yang bertahun-tahun aku cari, seseorang yang bertahun-tahun ingin aku temukan,,,,seseorang yang ingin ................” bahkan kyuhyun belum selesai bicara

"Kau pembunuh itu ?????. kau sengaja membawaku kemari karena kau ingin membunuhku ????????? "kata Donghae datar sambil mengambil beberapa langkah mundur secara lambat, donghae mulai ketakutan.

"Itu mungkin adalah salah satu alasan”jawab kyuhyun dengan pandangan emosi ke arah donghae
"Jangan berbohong lagi! Aku berfikir kau adalah orang yang baik. Kau telah membawaku ketempat ini, menjelaskan hal-hal yang membuatku tersentuh dan sekarang ternyata kau memanfaatkan aku untuk membunuhku. Kyuhyun,,, hentikan permainanmu !!!!” donghae berteriak ketakutan
"Oke," kata Kyuhyun santai sambil melangkah lebih dekat dan lebih dekat dengan Donghae,
"Aku tidak akan main-main lagi." Dengan gerakan cepat, kyuhyun meninjukan pisau tajam ke dada donghae tanpa basa basi

Donghae menatap senjata tajam yang tertanam kuat ke dadanya, hatinya, dan darah yang dihasilkan membasahi kemejanya. Dia tersungkur ke lantai karena kakinya merasa terlalu kaku dan lemah untuk mendukung posisi berdiri nya lagi. Tanpa satu kata, Kyuhyun meninggalkan dapur dan Donghae hanya diam merasakan sakit didadanya pada saat-saat terakhirnya.

Kejutan dari pengkhianatan hanya mempercepat kehilangan semua sensasi di kaki nya, Donghae tidak dapat percaya betapa bodoh dan mudah tertipu untuk berpikir dia bisa membantu Kyuhyun dari kesepiannya. Dia begitu salah dan terlambat; air mata menggenang mulai jatuh dan dia mati sendirian tanpa pernah mendapatkan kesempatan untuk memberitahu orang-orang dalam hidupnya yang selama ini melindunginya untuk terakhir kalinya.

Donghae ingin meraih ponselnya dan membuat panggilan telepon jadi setidaknya seseorang akan tahu dia akan segera mati, tapi jari-jarinya tidak lagi dapat bergerak. Dikalahkan, ia memungkinkan menjerit tercekik dan menyerah.
Terengah-engah terakhir kalinya, tubuh Donghae's merosot lemas saat matanya jatuh menutup dan kepalanya miring lemas ke samping.

Di ruang tamu, Kyuhyun duduk di lantai yang dingin di dekat pintu masuk dapur dan menatap muram pada apa yang dilihatnya. Begitu ia menjadi sadar akan keheningan menakutkan setelah Donghae's terisak kesakitan, kyuhyun spontan menjerit untuk dirinya sendiri, dia telah menahan apa yang terasa seperti sejak beberapa tahun yang lalu, seperti selamanya. Dia sangat membenci hal ini. Kyuhyun Berjalan kembali ke dapur, dia mengambil ponselnya. Mengaktifkan fitur camcorder, dia menekan dan mulai bicara.

"Lee Teuk hyung .... atau siapapun yang ada disana. Lee Donghae. Target kita selama ini, tepat pada pukul 00:15 telah tewas,,,,,, ditanganku, aku akan membuang tubuhnya secepat mungkin !!!!!!" kyuhyun memutuskan pembicaraan bahkan sebelum orang disebrang sana menjawab. Dia mendengar panggilan balik dari handphonenya, namun kyuhyun membiarkannya berdering begitu saja. Kyuhyun menghampiri donghae dan menopang tubuhnya di pangkuannya. Menatap wajah seorang laki-laki polos yang baru saja dibunuhnya. Kyuhyun tiba-tiba terisak, memeluk donghae dengan kuat dan berkali-kali mengucapkan kata maaf yang tidak lagi bisa di dengar oleh seseorang dipelukannya.

***

Eunhyuk tersungkur lemah diruang tamu. Seperti apa yang didengarnya. Donghae yang menghilang beberapa hari lalu kini dikabarkan telah tewas. Shindong sempat tidak mempercayai hal itu, namun secara cepat sungmin menamparnya dan menyadarkan bahwa segalanya adalah nyata.

“ kita gagal melindungi donghae” kata siwon sambil berjongkok menahan tangis
“ tidak seharusnya kita lengah. Aku benar-benar kecewa pada diriku sendiri. Aku benar-benar membenci diriku sendiri. Bagaimana bisa donghae tiba-tiba berada di tangan si pembunuh itu. Apa yang harus kita lakukan sekarang” sungmin berteriak pada semua orang ,,,, menyesali apa yang telah terjadi
“ setidaknya aku ingin melihat donghae untuk terakhir kalinya !” sungmin menangis
Semua orang menyesali apa yang terjadi. Mereka semua benar-benar merasa bersalah pada donghae. Mereka hanya bisa meratapi apa yang telah menjadi fakta. Donghae telah meninggal. Donghae kini telah hilang. Jika memang tuhan masih sayang,,,, mungkin keajaiban akan datang dan tuhan bisa mengembalikan sosok donghae untuk mereka. Tapi apapun yang terjadi, mereka semua tau. Itu tidak mungkin.

***

_7 hari kemudian_

Donghae tersadar dari tidurnya. Lagi-lagi ia menyadari ia tidak berada di dalam kamarnya. Matanya menerawang ke seluruh ruangan. Dia dapat menebak, bahwa saat ini dia berada di rumah sakit. Donghae Mendengar langkah kaki mendekati, Donghae cepat bersembunyi di balik tempat tidur. Pintu berbunyi derit keras saat terbuka. Langkah seseorang yang berusaha untuk masuk sangat ragu-ragu dan pemalu dalam gerakan-nya. Orang itu akhirnya melangkah ke dalam kamar dan menutup pintu dengan klik lembut. Suara sol sepatu ke lantai dingin berhenti sejenak.

Orang itu mengambil beberapa langkah terakhir dan berjongkok melihat Donghae gemetar menatap ke arahnya. Donghae bersembunyi dibawah tempat tidur dengan tubuh gemetar dan ketakutan. Rasa sakit yang ia rasakan seperti lenyap ditelan ketakutannya. Donghae menghindari dan mendorong orang yang datang tersebut. Matanya masih terselimuti rasa takut yang tidak bisa dibaca oleh siapapun.

"Ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan mu hyung... aku harus membuatnya terlihat seperti Aku telah membunuh mu. Maafkan aku”seseorang mencoba bicara pada donghae
" apa?" Tanya Donghae gemetar,
" Siapa di belakang semua ini? Dimana aku? Siapakah kau?! " donghae berteriak histeris menunjukan rasa takutnya
"kau sudah tahu, aku bagian dari rencana pembunuhan itu, tidak ..... bisa dikatakan akulah pembunuh utamanya”
"Aku ... kau ... bagaimana aku bisa percaya apa yang kau ucapkan? kau telah berbohong kepada ku berkali-kali sebelumnya dan kau melakukannya dengan sangat baik, " Donghae berteriak keluar
" Ini mungkin sebuah trik lain. Katakan saja apa yang kau inginkan dariku! " lanjut donghae masih berjongkok ketakutan di sudut bawah tempat tidur.
“ hyung. Aku bersumpah .... aku hanya ingin menolongmu”
“ bagaimana kau bisa bersumpah padaku, dan mengatakan kau menolongku. Kau telah mncoba membunuhku, dan beberapa detik tadi kau mengatakan bahwa kau ada orang dibalik semua ini. Kau adalah raja dari rencana pembunuhan ini. Dan kau adalah orang yang membunuhku !!!! .................*donghae tiba-tiba menangis* kalau kau ingin membunuhku. Bunuh aku hingga aku benar-benar mati, kenapa kau masih berusaha menyelamatkanku CHO KYU HYUN !!!!” donghae bergerak emosi melempar apapun yang ada di dekatnya pada kyuhyun. Kyuhyun hanya diam dan membiarkan donghae melampiaskan emosinya.

Kyuhyun mengambil ponsel di kantong jaketnya dan menghubungkannya pada seseorang. Setelah tersambung, kyuhyun memberikan ponselnya pada donghae hati-hati. Donghae tampak bingung, namun ia meraihnya dengan takut-takut.

“ donghae, kau baik-baik saja disana ???” tanya seseorang. Donghae mengerutkan kening seperti ia mengenali suara itu.
“ Sungmin hyungggggggggg,,,,,” donghae menangis menjadi-jadi
“ donghae tenanglah. Kau tidak usah takut. Kyuhyun hanya ingin menyelamatkanmu. Dia sudah menceritakan semuanya pada kami. Bahkan dia juga sudah bertekuk lutut dihadapan kita semua untuk memohon maaf” sungmin menjelaskan
“ hyung,,, bagaimana kau bisa percaya padanya. Dia adalah orang yang akan membunuhku !!! bukankah kalian melindungiku dari dia” donghae masih ketakutan
“ donghae ... kau hilang ingatan. Ingatanmu belum pulih. Sesuatu terjadi pada kau dan kyuhyun jauh sebelum hal mengerikan ini terjadi” sungmin berusaha tenang
“hyung,,, cepat datang kemari. Aku takut !”
“ donghae. Percayalah padaku. Kyuhyun menyelamatkanmu saat ini. Berikan pada kyuhyun, aku ingin bicara dengannya” pinta sungmin. Donghae menuruti dan memberikannya pada kyuhyun hati-hati. Kyuhyun meraihnya dari tangan donghae.
“ aku akan menjaganya. Percaya padaku !” kyuhyun angkat bicara
“ aku percaya padamu. Jadi,,,, aku serahkan semuanya padamu” kata sungmin sebelim menutup ponselnya. Kyuhyun mematikan ponselnya dan menaruh kembali kedalam katong jaketnya.
“ hyung,,, aku tidak akan menyakitimu.percaya padaku” kata kyuhyun mendekati donghae dan mencoba membantunya berdiri, namun donghae lagi-lagi mendorong kyuhyun untuk menjauh. Kini donghae berusaha berdiri sendiri. Menatap kyuhyun sedikit ragu-ragu
“ tapi,,,, terima kasih kau menyelamatkanku ...” kata donghae akhirnya. Kyuhyun tersenyum lega.
“ tapi tetap AKU MEMBENCIMU. KAU BODOH !!!!” donghae mulai berteriak lagi
"Aku orang yang bodoh ?! Percayalah, aku tidak ada apa-apa dibandingkan denganmu! Apa yang pernah terjadi untuk meninggalkan aku sendirian?! Untuk tinggal dan melindungi aku?! Lalu kau menghilang dan meninggalkan aku sendirian! Aku menunggu dan menunggu tapi kau tidak pernah datang kembali, kau bahkan pergi sejauh melupakan aku! Bagaimana begitu nyaman untukmu, hyung "Kyuhyun hampir berteriak menuduh!, Suaranya baku dengan terluka.
Donghae diam. Sedikit demi sedikit memahami ucapan kyuhyun. Donghae berusaha untuk mengingat, tapi tak satupun hal dapat diingatnya.
“ kau tau aku ... aku tidak tau apa-apa” kata donghae miris
"entah berapa tahun yang lalu, kau bermain bersamaku dengan sangat bahagia. Kau selalu datang menemaniku untuk bercerita tentang hal-hal yang tidak pernah aku mengerti. Kau tidak pernah meninggalkanku sejak kedua orangtuaku meninggal. Dan kau berjanji akan selalu disampingku, menjadi sahabat baik” kyuhyun mulai bicara
Donghae mencoba untuk membayangkan semua itu terjadi sebagai bagian dari masa lalunya tetapi lebih keras ia mencoba untuk berpikir, maka semakin dia merasa pusing.

“situasi buruk terjadi secara tiba-tiba. salah satu perkelahian di depan rumah kita dan kami terperangkap di dalamnya. Aku ditembak dan pendarahan begitu juga denganmu. Setelah aku sadar, kau tidak ada disampingku. aku diselamatkan oleh lee teuk hyung, dia adalah salah satu pengikut ayahku dan menjadi bagian dari semua ini. Awalnya aku begitu takut kau mati. Tapi sampai akhirnya aku mendengar Lee Donghae itu kembali setelah sekian lama. Aku tidak percaya ini, tidak bisa percaya kau telah hidup selama ini tetapi tidak pernah sekali pun kau mencoba untuk menemukan ku ketika aku sudah putus asa mencari mu selama bertahun-tahun. Kau tahu, aku benar-benar benci mu pada saat itu, membenci bagaimana bisa kau melupakanku begitu mudah. Aku tidak punya nyali untuk menghadapi mu mengetahui bahwa dirimu akan memperlakukan ku sebagai orang asing, sebagai seseorang yang baru kau temui untuk pertama” kyuhyun menjelaskan dengan pandangan murung

Donghae merasa pusing dikepalanya. Ia ingin mengingat apa yang dikatakan oleh kyuhyun. Tapi dia benar-benar tidak mengingatnya sama sekali. Donghae berjongkok kembali sambil menahan sakit dikepalanya. Melihat itu hanya membuat kyuhyun semakin sedih.

"Takdir hanya terlalu kejam, bukan? pekerjaan berikutnya aku adalah menyelamatkan mu dengan membunuh dirimu. Berada di sampingmu dan mengetahui semua yang aku lakukan ketika kau tidak mengingat apa-apa tentang aku, itu membuat hatiku sakit. Menusuk mu dan kau mati tepat di depanku sementara aku tidak melakukan apa pun !!!! aku seperti merasa aku juga telah mati denganmu. Menunggu dokter berusaha untuk membawa mu kembali ke kehidupan nyata adalah dimana Aku membenci diriku sendiri !!!! yang paling aku benci adalah, aku melakukan semua itu dengan tanganku sendiri !!!!” kyuhyun terus bicara. Menyakitkan untuknya membicarakan hal yang tidak diingat donghae.
“ sekarang kau lihat hyung. Kau tidak hanya tidak mengingat aku. Kau bahkan sekarang membenci aku. INI TIDAK ADIL !!!!” teriak kyuhyun menangis
Donghae memperhatikan kyuhyun dengan pandangan sedih. Air matanya tak bisa berhenti disaat-saat seperti ini. Donghae berdiri menghampiri kyuhyun.
"Aku percaya, Kyuhyun. aku percaya segala sesuatu yang kau katakan. Semuanya. Apakah kau tidak menyadari bahwa itulah mengapa aku begitu marah padamu? Meskipun sejauh yang aku tahu, aku hanya bertemu beberapa hari lalu denganmu, namun aku selalu akan melakukan apa pun untuk mu. Aku merasa seperti harus bertemu dan berada di dekat mu setiap saat, tapi aku tidak bisa mengerti mengapa harus. Aku tidak berpikir bisa membenci kamu. " donghae memeluk kyuhyun tiba-tiba, membuat kyuhyun sontak kaget, namun ia tersenyum dengan membalas pelukan donghae erat.
"Aku menyesal kau harus melalui semua itu sendiri. Aku berjanji akan menjadi hyung yang lebih baik dari sekarang dan melindungimu sehingga kau tidak akan menderita lagi " bisik donghae
“ aku sangat merindukanmu hyung .....” ucap kyuhyun dalam pelukan donghae dan terus menangis.
“ kau tau hyung,,, betapa sakit hatiku ketika harus melakukan sesuatu yang tidak ingin aku lakukan. Aku benar-benar ketakutan ketika harus membunuhmu. Aku benar-benar benci melihat kenyataan bahwa 2 orang yang selama ini aku cari adalah orang yang sama. Bagaimana bisa aku bisa mengambil keputusan. Dua orang yang kucari bertahun-tahun. Satu untuk kubunuh, satu lagi untuk selalu disampingku.... aku sungguh sangat sakit memikirkan hal itu” kyuhyun menangis semakin menjadi-jadi
“ kyuhyun ...fishy akan selalu disampingmu mulai sekarang” ucap donghae memeluk kyuhyun lebih erat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar