Senin, 15 November 2010

Silance Dong Hae (one shot)

Tittle : Silance Donghae

Pairing : Donghae, Sulli

Rating : PG

Summary : Donghae dapat melihat ....

Donghae dapat mendengar ....

Tapi donghae,,,,tidak dapat bicara !!!!







(Music Store)



Toko musik tutup pukul 22:00. Satu atau dua jam sebelum tutup, biasanya tidak akan ada pelanggan sehingga Donghae akan mulai bermain dengan nya PSP, membaca buku, teks atau menghubungi teman melalui ponsel dan apa saja hal-hal yang bisa dilakukannya. Kebebasan setelah jam 10 telah lewat membuatnya bisa bernafas dan istirahat.

Tiga puluh menit sebelum waktu untuk menutup toko, tiba-tiba pelanggan masuk. Donghae baru akan memberitau kalau toko sudah tutup, namun sayang ia lupa .....*donghae tidak bisa bicara*. Donghae berfikir kalau satu pelanggan yang baru masuk ini akan cepat jadi donghae membiarkannya saja. Setelah itu ia akan langsung menutup toko dan pulang.

Gadis yang tampak berumur belasan tahun itu sibuk mencari-cari. Kadang-kadang ia melirik ke arah donghae lalu fokus lagi dalam pencariaannya. Donghae menyesali dirinya sekali lagi. Rasanya ingin sekali ia berteriak .... namun sayang suara itu tidak keluar dari mulutnya.


Donghae menghampirii gadis itu, ia dapat mengamati bagaimana gadis itu terlihat muda dengan kulit putih susu dan wajah imut. Gadis itu menutup matanya ketika mendengarkan musik sehingga Donghae harus memukul dia beberapa kali di bahu. Gadis itu membuka matanya. Lalu memperhatikan kertas yang direntangkan donghae. Sesuatu tertulis disana *TOKO AKAN TUTUP DALAM 2 MENIT*. Gadis itu tersenyum menatap donghae dan juga kertas yang direntangkannya.


"Oke"kata gadis itu. Lalu menaruh cd ditempatnya semula, ia pergi tanpa pamit. Dan yang membuat donghae jengkel adalah ‘DIA TIDAK MEMBELINYA’ !!!!!.

***

Malam berikutnya, Donghae merasa bosan dan malas sehingga ia tertidur di toko musik tanpa menyadari apa-apa yang terjadi. Lalu beberapa saat kemudian Dia terbangun oleh pukulan plean di bahunya. "Kau tidak boleh tidur selama bekerja."

Donghae langsung berdiri,ketakutan. Donghae berfikir pasti ia akan dipecat oleh boss nya. Namun yang dilihatnya bukanlah orang yang dikira. Ini adalah gadis kemarin. Donghae menghela napas lega.
“oppa, kau sangat lucu." gadis itu tersenyumi sebelum pergi ke lorong. Ia melakukan rutinitas yang sama seperti malam kemarin. Lalu saat hampir waktu untuk menutup toko, Donghae mendekati gadis. Ketika mata mereka bertemu gadis itu tersenyum. Donghae menyodorkan kertas pada gadis tersebut ....*TOKO AKAN SEGERA TUTUP*. Gadis itu lagi-lagi menatap donghae lekat sambil menyunggingkan senyum manisnya. Donghae berpaling dan batuk, berusaha menyembunyikan rasa malunya.

"Oke" Seperti Malam kemarin, orang yang meletakkan headphone dan CD kembali ke tempatnya sebelum meninggalkan toko musik.

***

Malam berikutnya ....

“ aku ... sulli” gadis itu mengulurkan tangannya

Donghae menggaruk-garuk kepalanya ... lalu mengambil sebuah kertas dan menulis. Lalu memperlihatkannya pada sulli.

*aku lee dong hae. Sudah malam pulanglah ... apa orangtuamu tidak mencarimu ?*

sulli tertawa ....

“ tidak ... mereka tau kemanapun aku pergi, dan mereka mengijinkan aku” katanya sambil tersenyum

(donghae menulis lagi) *lalu untuk apa kau disini kalau kau tidak membeli*

“ kau akan mengusirku jika aku tidak beli ...” tanya sulli polos

(donghae menggeleng)

“ kalau begitu aku tidak perlu beli apa-apa”

(donghae kembali menulis)

*lalu apa yang kau cari ? kalau kau tidak membeli apapun*

“ oppa ... aku datang kesini setiap malam untuk bertemu denganmu” kata sulli tanpa basa basi

*untuk apa ?*

“ tidak ada. Hanya senang menatap wajahmu yang polos dan kekanakkan”

(donghae merobek kertas tadi dan mendorong sulli keluar. Mengusirnya dengan tangannya)

“ waeee ....”

(donghae menutup pintu toko. Menguncinya dan menjulurkan lidahnya mengejek)

(sulli tidak marah, ia tersenyum lalu melambaikan tangannya pergi)

***

Keesokan harinya, donghae mendapat pasokan baru dari CD dari artis baru. Donghae manatap cd-cd tersebut satu persatu. Itu adalah seorang penyanyi baru tampaknya. Donghae terkejut sesaat. Bukankah gadis ini adalah .............. sulli !!!!!

Donghae terus berfikir sambil membereskan cd-cd. Lalu sesaat ia menemukan sebuah kertas. Donghae membukannya.

Dari sulli ... untuk donghae oppa !

“ oppa ........ kau pasti menyesal sekarang karena mengusirku. Tidak apa-apa ...”

Donghae berkedip ... sekali ... dua kali ... dan kali lebih banyak. Dia tidak bisa percaya bahwa gadis yang terus mengunjungi toko musik untuk beberapa malam terakhir sebenarnya adalah seorang penyanyi baru. Dia membuka CD dan mulai mendengarkan lagu. Larut dalam suasana lagu tersebut ....

***

(Toko Music_22.15)

Dia berpikir bahwa karena sulli sudah terkenal dia tidak akan mengunjungi toko lagi tapi dia pikir salah karena malam itu, hanya 5 menit sebelum toko akan tutup, sulli benar-benar muncul. Donghae terkejut menatap sulli. Tapi akhirnya ia tersenyum.

(donghae menulis sesuatu di kertas)

*kenapa artis terkenal datang ke mari ..*

“ini toko ku ... apa salahnya”

(donghae tampak bingung)

“ boss mu adalah ayahku !!!!”

(donghae terkejut dia berteriak’sungguh’ namun tidak ada suara)

“ oppa ... aku sungguh ingin mendengar suaramu” kata sulli kemudian

(donghae menundukan kepalanya. Menggeleng)

“ kau merasa benci dengan hal itu ... “ tanya sulli

(donghae mengangguk lalu menulis sesuatu)

*aku benci tidak bisa bicara !!!! terkadang itu menyakitkan. Meskipun sudah terbiasa, tapi pasti ada saat-saat dimana aku ingin mengatakan sesuatu penting dari mulutku sendiri. Aku juga berfikir, tidak akan ada orang yang sanggup menyukaiku .. apalagi mencintaiku*

(sulli menatap tulisan itu datar, sedih)

“ oppa... aku sanggup untuk bertahan” kata sulli tersenyum, tiba-tiba memeluknya.

(donghae terkejut namun hanya diam)

“ aku tidak masalah kau tidak bisa bicara. Aku akan bersabar menunggu hingga kau bisa bicara. Aku ingin kau memanggil namaku dengan suaramu....... oppa, aku mencintaimu. Ijinkan aku untuk menjadi tempat dimana kau bebas untuk berlindung. Aku percaya aku mampu !” sulli percaya.

(donghae kembali menulis)

*sungguh ? kau menyukaiku ? mencintai orang bisu sepertiku ? kau tidak takut padaku*

(sulli tersenyum dan menggeleng)

"Haruskah aku mengadakan konferensi pers dan mengatakan semua pada wartawan di luar sana “ tanya sulli serius

(donghae dengan cepat menggeleng dan tersenyum senang)

(sulli ikut tersenyum .....)

(donghae kemudian menariknya dalam pelukan)

*aku mencintaimu sulli* ucap dong hae, namun tak sedikitpun suara keluar. Tidak masalah .... ini cukup. Dan donghae pun bahagia.

THE END




Tidak ada komentar:

Posting Komentar